CILACAP – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyebut, krisis yang sempat terjadi akibat demo sepanjang Agustus berujung ricuh, sepenuhnya sudah tertangani. Hal ini terjadi karena ada semangat persatuan di kalangan masyarakat Indonesia.
Demo besar-besar melanda Indonesia pada 25 Agustus dan berlanjut hingga akhir Agustus. Demo ini berujung ricuh dan terjadi di hampir seluruh kota di Indonesia. Sejumlah laporan menyebut, demo berujung ricuh ini mengakibatkan setidaknya 10 orang meninggal dunia. Termasuk Affan Kurniawan yang meninggal akibat terlindas kendaraan taktis (rantis) milik Brimob.
Demo ini tidak hanya ricuh, namun sudah menimbulkan krisis karena penjarahan terjadi di sejumlah lokasi. Mayoritas menyasar pejabat negara, seperti anggota DPR RI Uya Kuya dan Eko Patrio. Termasuk rumah mantan Menteri Keuangan, Sri Mulyani.
Menyikapi demo pada Agustus lalu, Mendikdasmen Abdul Mu’ti memastikan sudah tertangani sepenuhnya.
“Pekan-pekan kemarin, kita diuji tapi alhamdulillah sudah tertangani baik. Jika tidak punya semangat persatuan, maka akan sangat sulit,” kata Abdul Mu’ti.
“Karena itu, kita harus bersatu padu membangun Indonesia dengan semangat persatuan,” katanya lagi.
Dia menyebut, ulama, ormas dengan berbagai idoelogi punya peran besar dalam menangatasi ekses dari demo sepanjang Agustus lalu. Karena sudah mendukung untuk menciptakan persatuan dan mengatasi masalah akibat demo tersebut.
“Saat Presiden Prabowo memanggil ormas, ulama dari ormas keagamaan sangat mengapresiasi peran ulama dan petinggi ormas,” katanya.
Karena itu dia mengajak agar semua pihak untuk terus membangun semangat persatuan di tanah air.
“Beri perhatian yang lebih dalam membangun kerukunan dan persatuan,” tegasnya. (*)
