LUMAJANG – Seorang siswi kelas 4 SD bernama Vita dan ayahnya, Anton, mengalami insiden dan nyaris berujung petaka saat menyeberangi Sungai Regoyo di Desa Jugosari Kecamatan Candipuro, Lumajang. Peristiwa itu terjadi ketika Anton mengantar putrinya berangkat sekolah dengan sepeda motor. Anak dan bapak ini terbawa banjir lahar dan membuat mereka hampir mengalami musibah besar.
Kejadian bermula saat Anton mencoba menyebarngi Sungai Regono yang airnya mulai deras. Namun dia memaksa sungai meski arus air mulai deras. Saat berada di tengah sungai, sepeda motor yang mereka kendarai kehilangan kendali. Akibatnya, Anton dan anak perempuannya terseret arus banjir lahar.
Vita sempat berteriak meminta pertolongan ketika arus menyeret mereka. Sejumlah warga yang melihat kejadian itu langsung bergerak melakukan penyelamatan. Mereka menerjang arus sungai yang cukup dalam dan deras untuk mengevakuasi korban ke tepi sungai.
“Saat itu air sudah mulai deras, tetapi mereka tetap menyeberang. Anak terbawa banjir lahar sekitar lima meter lebih sebelum kami tolong,” ujar Abdul Rohim, salah satu warga yang membantu evakuasi.
Warga berhasil menyelamatkan Anton dan Vita dalam kondisi selamat meski keduanya basah kuyup. Namun, arus sungai menyeret sepeda motor yang mereka gunakan.
Sungai Regoyo kini menjadi jalur alternatif warga setelah Jembatan Limpas di Desa Jugosari tertimbun banjir lahar Gunung Semeru. Setiap hari, ratusan warga Dusun Sumber Langsep melintasi sungai tersebut untuk beraktivitas meski debit air kerap meningkat akibat banjir lahar dingin dari Gunung Semeru. (*)
