JAKARTA – Tahun Baru Imlek 2025 yang jatuh pada Rabu (29/1/2025) dalam kalender Tionghoa menandai Tahun Ular Kayu. Dalam kalender lunar Tionghoa, tahun ini bertepatan dengan 2576 Kongzili.
Tahun Ular Kayu merujuk pada shio dalam sistem astrologi Tionghoa, yang menggunakan 12 hewan sebagai simbol untuk mewakili tahun, bulan, hari, dan jam. Kedua belas hewan tersebut adalah Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Kambing, Monyet, Ayam, Anjing, dan Babi. Selain itu, sistem shio dipadukan dengan lima elemen alam, yaitu Kayu, Api, Tanah, Logam, dan Air.
Dalam kalender lunar Tionghoa, 2025 disebut sebagai Tahun Ular Kayu. Ular, yang merupakan hewan keenam dalam siklus shio, melambangkan kebijaksanaan, intuisi, dan pemikiran mendalam. Sementara itu, elemen Kayu memperkaya karakteristik pemiliknya dengan kreativitas, fleksibilitas, dan pertumbuhan. Elemen ini juga berkaitan dengan sifat hangat dan penuh perhatian.
Setiap shio memiliki karakter yang berbeda tergantung elemen yang menyertainya. Pemilik shio Ular Kayu punya sifat selalu teratur dan cerdas. Sementara itu, Ular Api memiliki kecerdasan luas, komunikatif, aktif, dan senang menjadi pusat perhatian.
Pemilik shio Ular Bumi cenderung tenang, memiliki pengendalian diri yang kuat, serta tekun dalam pekerjaan, meskipun kurang teguh dalam pendirian. Sementara itu, pemilik shio Ular Emas sering kali punya tekad kuat, percaya diri, dan memiliki potensi menjadi pemimpin yang baik. Adapun Ular Air sering kali cerdas, kreatif, lincah, serta komunikatif, tetapi juga memiliki sisi sentimental yang kuat.
Masyarakat Tionghoa percaya bahwa individu yang lahir di Tahun Ular Kayu umumnya memiliki kepribadian tangguh, berani, dan optimis. Mereka juga memiliki rasa percaya diri dalam menghadapi berbagai tantangan serta mampu membuat keputusan dengan bijak berkat kecerdasan dan wawasan tajam.
Namun, Ular merupakan salah satu zodiak paling misterius dalam astrologi Tionghoa. Karakter mereka sering kali sulit ditebak, menambah kesan enigmatis yang melekat pada shio ini. (*)
