Atap SD Nyaris Ambruk, Proses Belajar di Tasikmalaya Terancam

ilustrasi ai

TASIKMALAYA – Kondisi SDN Ciawi 5 Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, memprihatinkan setelah atap SD nyaris ambruk di seluruh ruang kelas. Puluhan bambu dipasang sebagai penopang darurat untuk mencegah runtuhnya bangunan. Namun ancaman keselamatan bagi siswa dan guru terus membayangi.

Kerusakan semakin parah akibat getaran gempa dan curah hujan tinggi. Situasi ini membuat proses belajar mengajar kerap terganggu, terutama di ruang kelas 3 dan 4 yang mengalami kerusakan terparah.

Kepala Sekolah Herlina mengungkapkan, kondisi atap SD nyaris ambruk ini sudah terjadi bahkan sebelum ia bertugas di sekolah tersebut.

“Keadaan ruangan kelas ya seperti ini, ditopang bambu dan sudah mau rubuh. Kalau hujan, air masuk semua,” ujar Herlina.

Saat hujan turun, kegiatan belajar mengajar terpaksa berubah menjadi pembelajaran daring demi menghindari risiko. Pihak sekolah menegaskan, perbaikan sudah sangat mendesak karena atap SD nyaris ambruk telah mengancam kenyamanan dan keamanan belajar siswa.

Sekolah berharap pemerintah segera mengambil tindakan nyata untuk memperbaiki bangunan. Dengan perbaikan segera, ancaman atap SD nyaris ambruk dapat teratasi. Hingga siswa bisa kembali belajar dengan aman dan nyaman.

Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar, Ahmad Solihin menjelaskan prosedur usulan perbaikan atau rehab sekolah. Yakni memasukan dalam dapodik agar usulan dinas bisa melanjutkan ke sistim di Kementerian Pendidikan. Meski begitu dia memastikan, pemerintah pusat lah yang mana saja sekolah yang menerima anggaran rehab.

“Tahun lalu kita masukan usulan dari 400 sekolah. Tapi yang menentukan memang pusat,” katanya. (*)

Exit mobile version