News  

Bambu Dari Pagar Laut untuk Perbaiki Rumah Nelayan

Nelayan mengambil bambu dari pagar laut di pesisir Tangerang. Bambu hasil pembongkaran pagar laut ini dipakai nelayan untuk memperbaiki rumah. (doc/tiktok @afa_chanel)

JAKARTA – Bambu dari pagar laut di pesisir Tangerang, masih bermanfaat bagi nelayan setempat. Puluhan batang bambu ini akan mereka pakai perbaiki rumah.

KKP bersama aparat terkait lainnya, akhirnya turun ke untuk membongkar pagar laut. Tercatat ada 400 petugas KKP yang turun pada Rabu (22/1/2025). Kegiatan ini juga melibatkan nelayan di pesisir Tangerang. Kementerian menyebut, ada 200 kapal nelayan yang terlibat saat pembongkaran pagar laut.

Petugas memperbolehkan nelayan untuk mengambil ikut mencabut bambu. Sementara bambu itu, bisa menjadi hak nelayan yang terlibat dalam pembongkaran pagar laut. Alhasil, nelayan mendapatkan bambu secara gratis. Seluruh bambu ini mereka bawa ke dermaga menggunakan kapal nelayan.

Akun tiktok @irwanwinataa memposting video saat salah satu nelayan tengah mengambil bambu dari pagar laut tersebut. Dia menuliskan caption kalau bambu ini untuk perbaikan rumah para nelayan.

“Sebagian warga pesisir laut Tangerang mencabuti untuk memanfaatkan bambu bambu untuk pagar dinding rumah yg rusak,” tulis admin di caption video.

Netizen tanah air lalu memberikan dukungan atas pembongkaran pagar laut tersebut. Mereka juga minta agar bambu dari apgar laut tersebut dapat dimanfaatkan nelayan setempat.

“Buat para nelayan, mending bambunya buat kalian bikin bagan aja yg banyak, biar bisa buat disewain ke pemancing. kan jadi ladang cuan buat tambahan pemasukan kalian,” tulis salah satu netizen di kolom komentar.

Sebelumnya, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono menyebut, ada kesulitan cabut pagar laut dengan cepat. Apalagi, ini dilakukan di laut yang butuh teknik tersendiri. Belum lagi tantangan ombak, dan kedalaman pancang bambu tersebut.

Menurutnya, tiang bambu sudah tertancap dalam di dasar laut dan terkena sedimentasi. Apalagi tiang pancang ini sudah lama tertancap di sana.

“Ya memang ga gampang,” kata dia. (*)

Exit mobile version