JAKARTA – Menteri Sosial Saifullah Yusuf memastikan bantuan sosial untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan menjadi korban banjir Sumatra, sudah berjalan. Penyaluran bantuan sosial reguler triwulan pertama 2026 sejak awal Februari.
Kemensos menyalurkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako untuk 1,7 juta KPM dan menjadi korban banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Total alokasi anggaran untuk PKH dan sembako di tiga provinsi tersebut mencapai Rp1,83 Trilyun.
“Bansos reguler untuk tiga provinsi ini sudah kami salurkan sejak awal Februari kepada 1,7 juta lebih keluarga,” ujar Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.
Selain bansos reguler untuk peserta PKH dan menjadi korban banjir di Sumatra, Kemensos juga menyalurkan bantuan pasca bencana lainnya. Bentuknya logistik, dapur umum, rehabilitasi dan rekonstruksi. Juga ada santunan bagi ahli waris, jaminan hidup, bantuan isian hunian, serta program pemulihan ekonomi.
“Kami sudah mulai menyalurkan untuk ahli waris, isian hunian, serta jaminan hidup, dan sekarang akan disusul untuk pemulihan ekonomi dan sosial. Kami mengikuti penyaluran yang dilakukan BNPB, yang minggu lalu sudah disalurkan,” jelasnya.
Kemensos menggunakan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai rujukan awal penyaluran bansos pasca bencana. Data ini sudah ada nama dan alamat lengkap atau By Name By Address. Lalu, bupati atau wali kota memberikan tandan tangan sebagai pengesahan bersama Kapolres, Kajari, dan Dandim. Kementerian Dalam Negeri selaku Ketua Satgas lalu memvalidasi dan menyetujui data tersebut. Baru kemudian, Kemensos menyalurkan bantuan sesuai skema.
Kemensos, katanya menggandeng sejumlah pihak untk memastikan verifikasi data, monitoring dan pelaporan. Kementerian mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah, penyalur, Tagana, pendamping PKH, Karang Taruna dan pihak lainnya.
Ia juga menyebut, 29 dari 53 kabupaten/kota terdampak bencana di Sumatera telah tervalidasi oleh Kementerian Dalam Negeri. Seluruh warga di wilayah ini siap menerima bantuan. Pemerintah memperkirakan kebutuhan anggaran seluruh penyaluran bansos mencapai lebih dari Rp2 triliun. (*)
