News  

Baru 40 Persen, Vaksinasi Anak Tertunda Sementara

Memasuki hari ke 5 vaksinasi anak sekolah di Cilacap terpaksa terhenti sementara karena stok vaksin menipis. (narisakti/bercahayanews.com)

CILACAP – Setelah berjalan selama 5 hari dan baru mencapai 40 persen, vaksinasi anak tertunda sementara. Penyebabnya karena stok vaksin untuk anak SD menipis. Akibatnya, jadwal yang sudah tersusun berantakan karena tidak ada stok vaksin dari pemerintah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, Sadmoko Danardono saat ini semua anak dan petugas medis sudah siap untuk merampungkan target. Hanya saja mereka terkendala stok vaksin di Dinas Kesehatan.

“Kalau anak-anak dan nakes sudah siap. Kita berharap 1 dan 2 hari stok sudah bisa ada kembali,” ujarnya, Rabu (22/12/2021).

Menurutnya, keberadaan vaksin akan mendukung target pelaksanaan vaksinasi bagi anak SD. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dari awal sudah memasang target seminggu hingga 10 hari bisa rampung. Dan target ini tidak ada perubahan meski vaksinasi anak tertunda sementara waktu.

“Sepanjang ada vaksin, target bisa terpenuhi,” kata Sadmoko.

Dia mengatakan, sampai Rabu ini sudah 30 hingga 40 persen siswa SD tervaksin. Data ini berdasarkan laporan dari nakes dan petugas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang mendampingi pelaksanaan vaksinasi anak usia 6 hingga 11 tahun.

“Sekarang sudah kisaran 30 sampai 40 persen,” kata dia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, dr Pramesti Griyana Dewi mengakui adanya penundaan vaksinasi di beberapa sekolah dasar. Ini karena stok vaksin anak menipis usai kegiatan berjalan selama 5 hari.

“Hari ini (Selasa, 21/12/2021) stok vaksin menipis,” ujarnya.

Dia mengatakan, dinas saat ini menunggu pengiriman vaksin dari pemerintah pusat agar target vaksinasi anak SD bisa selesai tepat waktu.

“Kita menunggu tambahan vaksin,” tegasnya.

Launching vaksinasi anak usia 6 sampai 11 tahun Kabupaten Cilacap di SD 04 Tritih Wetan Kecamatan Jeruklegi, Sabtu (18/12/2021). Pemerintah menargetkan vaksinasi ini selesai dalam waktu seminggu hingga 10 hari dan tanpa ada jeda hari. (*)