CILACAP – Baznas Cilacap meresmikan mushola di lokasi hunian sementara atau huntara bagi warga terdampak bencana di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap. Mushola bernama Nuruzzakah tersebut kini mulai digunakan sebagai tempat ibadah dan kegiatan sosial masyarakat huntara.
Pengurus Baznas Cilacap, Akhmad Kholil, mengatakan pembangunan musala tersebut merupakan bentuk realisasi janji Baznas kepada warga terdampak bencana yang tinggal di huntara.
“Alhamdulillah kesempatan kali ini Baznas bisa menunaikan kewajiban Baznas. Karena sebelumnya Baznas pernah berjanji kepada masyarakat terdampak korban bencana di Cibeunying ini, di Huntara ini nanti akan kita bangunkan satu musala. Dan alhamdulillah sekarang sudah selesai dan siap digunakan untuk keperluan peribadatan maupun sosial lainnya,” ujar Akhmad Kholil.
Ia menjelaskan pembangunan mushola tersebut selama sekitar 30 hari dan saat ini progresnya telah mencapai sekitar 95 persen. Baznas masih menyelesaikan tahap akhir berupa finishing dan perapihan bangunan, namun warga sudah bisa menggunakan mushola ini untuk ibadah dan kegiatan keagamaan lainnya.
Selain meresmikan musala, Baznas Cilacap juga menyerahkan hewan kurban dari para pekurban yang menyalurkan kurbannya melalui Baznas Kabupaten Cilacap. Hewan kurban tersebut nantinya akan disalurkan kepada masyarakat di kawasan huntara.
Menurut Akhmad Kholil, pembangunan musala mendapat dukungan besar dari masyarakat dan berbagai lembaga. Donasi untuk pembangunan juga masih terus berdatangan hingga saat ini.
“Luar biasanya swadaya masyarakat itu menjadi sesuatu yang luar biasa bagi kami. Setiap hari mereka berjibaku dengan para tukang kami untuk pembangunan dan penyempurnaan musala ini,” katanya.
Ia berharap keberadaan Musala Nurul Zakat dapat memberikan manfaat bagi warga huntara, tidak hanya sebagai tempat ibadah tetapi juga pusat kegiatan sosial masyarakat.
Warga Tinggal Memakai Mushola
Anggaran pembangunan musala berasal dari donasi masyarakat melalui Baznas Cilacap. Serta dukungan sejumlah lembaga amil zakat dan perusahaan swasta.
“Baru saja kami mendapatkan donasi dari perusahaan Wifi Kita Majenang yang memberikan donasinya kepada kami untuk pembangunan musala ini,” ungkapnya.
Baznas Cilacap juga memastikan fasilitas penunjang di musala sudah tersedia secara lengkap. Listrik, air bersih, sound system hingga identitas mushola telah selesai dan terdaftar di Kementerian Agama.
“Listrik dan air semua sudah terpasang. Juga sound sistem hingga mushola ini tinggal pakai,” tegasnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Cilacap, Aziz Muslim berharap, mushola ini menjadi sarana untuk membangkitkan kembali warga usai bencana longsor. Caranya dengan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan warga melalui berbagai kegiatan keagamaan. (*)
