News  

Berapa Kerugian Nelayan Tangerang Akibat Ada Pagar Laut?

Penampakan pagar laut di perairan Tangerang. Para nelayan di Tangerang alami kerugian besar akibat adanya pagar laut. (doc/tiktok @rohmani83)

JAKARTA – Nelayan di Tangerang, menjadi kelompok pertama yang mengalami kerugian akibat ada pagar laut. Yang paling mudah terdeteksi adalah konsumsi bahan bakar kapal para nelayan.

Viral berita keberadaan pagar laut di perairan Tangerang sepanjang 30,6 KM. Pagar laut ini ditengarai membawa dampak merugikan bagi para nelayan setempat. Selain itu, pagar laut di sana juga tidak ada izin alias ilegal.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan, sudah mengambil langkah tegas berupa penyegelan.

Akibat pagar laut di perairan Tangerang, nelayan mengalami kerugian besar. Pertama dari konsumsi bahan bakar untuk melaut. Mereka harus mengeluarkan ongkos lebih karena kapal jadi boros bahan bakar.

Kholid, nelayan Desa Kronjo menjelaskan kerugian akibat ada pagar laut.

“Yang tadinya BBM cukup 2 liter, ini mah bisa 7 atau 10 liter. Memang masih bisa lewat, tapi harus muter-muter mencari jalur,” katanya di kanal youtube @ombudsmanRI.

Dia juga menyebut, pembangunan pagar ini juga membawa kerusakan pada sawah di pulau cangkir dan sekitarnya.

“Sawah jadi terendam dan tidak bisa panen. Kami tambah cemas dengan bakal kehilangan lahan tambak,” katanya lagi.

Makti Adhari, Ketua Kelompok Tani Hutan Pulau Cangkir mengatakan, saat ini petani tambak kerang hijau sudah tidak bisa panen lagi. Karena lokasi tambak di pinggir pantai, sudah terutup oleh pagar laut.

“Kami salah satu korban. Tambak dan pemancingan tertutup aksesnya. Perjalanan juga jadi lebih lama,” katanya.

Dia mengaku, para petani tambak dalam setahun ini sudah tidak bisa panen sama sekali. Akibat lain, peralatan yang ada di sana mulai hilang.

“Sekarang tidak ada lagi kata-kata panen karena lahan tertutup,” katanya.

Amri Fasa, nelayan lainnya memastikan, sejak awal warga dan nelayan setempat tidak tahu apa-apa dengan pemagaran ataupun proyek lainnya di sana.

“Kita nga tahu apa-apa dengan proyek ini. Lalu kita mendengar kalau di Kronjo laut sudah di pagar laut,” tegasnya. (*)

Exit mobile version