News  

Beras Oplosan Masih Beredar, Polda Metro Intensifkan Pengawasan

ilustrasi

JAKARTA – Polda Metro Jaya terus menyelidiki peredaran beras premium bermasalah di sejumlah titik ritel Ibu Kota. Kasubdit Industri dan Perdagangan (Indag) AKBP Muhammad Ardila Amry menegaskan bahwa beras oplosan masih beredar di pasaran. Bahkan satu dari lima merk beras oplosan yang sudah disorot Bareskrim, masih beredar di pasaran.

Tim Subdit Indag langsung mengambil langkah cepat dengan menurunkan personel ke lapangan. Petugas mengambil delapan sampel beras oplosan yang masih beredar itu dan mengujinya di laboratorium.

Ardila menjelaskan, pihaknya bekerja sama dengan Satgas Pangan DKI serta tim teknologi dari Satgas dalam proses pengujian tersebut.

“Kami temukan salah satu merk yang masuk dalam penyidikan sebelumnya. Tim langsung turun, ambil sampel, dan lakukan pengujian. Kami juga koordinasi dengan Bareskrim,” ujar Ardila, Jumat (25/7/2025).

Ia menyebut hasil laboratorium akan keluar dalam dua hingga tiga hari. Setelah itu, pihaknya akan memberikan pernyataan ke publik. Termasuk tindak lanjut dengan temuan beras oplosan yang masih beredar. Penjelasan ini sebagai bentuk transparansi kepada publik.

Ardila menegaskan komitmennya untuk melindungi konsumen dari praktik curang dalam perdagangan beras. Ia mendorong masyarakat dan media turut mengawasi peredaran beras di pasar, terutama jika menemukan kualitas buruk atau harga yang melampaui ketentuan pemerintah.

“Silakan laporkan ke kami jika menemukan beras tidak layak atau harga tidak sesuai. Kami akan tindaklanjuti,” tegasnya.

Ardila juga menanggapi data dari Kementerian Pertanian yang menyebut ada 212 perusahaan produsen beras dalam pengawasan. Pihaknya kini tengah mencocokkan data tersebut dengan kondisi lapangan di wilayah Jakarta. Khususnya terhadap produk berlabel premium.

Saat ini, Satgas Pangan Polda Metro Jaya terus bergerak di lapangan dan memantau langsung ritel-ritel penjual beras. Jika terbukti ada pelanggaran dan ada hasil lab, pihaknya akan menindak tegas para pelaku.

“Kami pastikan pasar tetap sehat dan masyarakat tidak dirugikan. Hasil lengkap akan kami rilis segera,” tutup Ardila. (*)

Exit mobile version