News  

BGN Program MBG Tiru India, Sempat Lakukan Studi Banding

ilustrasi

JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana secara terbuka mengakui Indonesia tiru India dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini agar penerapan program tersebut di Tanah Air berjalan lebih efektif dan berkualitas.

Pemerintah Indonesia mulai 2025 mulai menggulirkan program MBG untuk anak sekolah. Sebelumnya, akhir 2024 lalu sudah melakukan uji coba di sejumlah daerah. Hasilnya, pemerintah menilai program ini memberi dampak positif bagi anak.

Program pemberian makan siang gratis untuk anak sekolah, sudah jamak di Amerika Serikat, Jepang atau negara maju lainnya. Namun, Indonesia justru tidak memilih hanya negara maju sebagai pembanding. Namun justru lebih banyak tiru India sebelum memulai MBG.

“Ya, sebelum melaksanakan program makan bergizi, kita berkunjung ke India untuk melihat role model di sana,” ujar Dadan.

Dadan menjelaskan, Indonesia juga meminta bantuan India untuk memberikan bimbingan teknis dalam pengelolaan program tersebut. Targetnya adalah ada peningkatan kualitas dari program tersebut.

“Bimbingan teknis dari India nanti akan membantu meningkatkan kualitas pelayanan MBG di Indonesia,” tambahnya.

Ia mengatakan, banyak aspek dari sistem India yang bisa di tiru untuk pelaksanaan MBG. Mulai dari pengawasan hingga pengembangan lembaga pelaksana program. Demikian juga dengan detail lainnya yang semua berujung pada memaksimalkan dampak positif dari MBG.

“Lebih banyak nanti ke pengawasan, pengembangan institusi, peningkatan kualitas layanan, dan hal lainnya,” ungkap Dadan. (*)

Exit mobile version