CIJOLANG – Peristiwa tragis ini terjadi ketika seorang bocah SMP tenggelam di muara Sungai Cijolang pada Minggu (13/7/2025). Hildan, bocah laki-laki berusia 14 tahun yang bersekolah di MTsN 3 Kota Banjar, berenang bersama tiga temannya di pertemuan Sungai Citapen dan Citanduy.
Saat arus deras menyeret Hildan, teman-temannya dan warga berusaha menyelamatkannya. Namun, mereka gagal menemukan Hildan hingga pukul 18.00 WIB. BPBD, Basarnas, dan warga berjanji akan melanjutkan pencarian keesokan harinya.
Pencarian korban tenggelam di muara Sungai Cijolang kembali berlanjut pada Senin (14/7/2025). BPBD Kota Banjar sudah berkirim surat ke berbagai lembaga yang bisa mendukung operasi pencarian korban. Termasuk ke wilayah tetangga seperti Cilacap.
Dan pada Senin pagi, BPBD Kota Banjar langsung menggelar apel kesiapan bersama seluruh potensi SAR. Mulai dari Basarnas Tasikmalaya, BPBD Ciamis dan sejumlah kelompok relawan. Lalu seluruh tim bergerak ke lokasi siswa SMP yang tenggelam di muara Sungai Cijolang.
Sumber relawan menyebut, pencarian masih terus dilakukan dengan melibatkan Tim SAR Gabungan. Sampai menjelang siang, proses pencarian anak tenggelam di muara Sungai Cijolang belum membuahkan hasil.
Plt Kalak BPBD Kota Banjar, Asep Setiadi, mengimbau warga untuk menjauhi lokasi setelah peristiwa bocah tenggelam itu terjadi. Ia menyampaikan bahwa pusaran air di muara Sungai Cijolang sangat berbahaya dan bisa menyeret siapa saja yang berenang di sana tanpa pengawasan.
Seorang saksi bernama Lili menyaksikan langsung saat warga memperingatkan korban sebelum bocah SMP tenggelam. Namun, korban tetap nekat bermain air di lokasi tersebut. Lili menjelaskan bahwa warga sudah lama mengetahui muara itu memiliki arus kuat dan sangat berisiko bagi keselamatan. (*)
