BPBD Cilacap Bangun Unit Huntara untuk Korban Longsor Cibeunying

Huntara bagi korban longsor di Desa Cibeunying Kecamatan Majenang, Cilacap mulai berdiri. Target awal dibangun 50 unit huntara dan sekarang sudah ada 21 unit. (bercahayanews.com)

CILACAP – Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) korban bencana tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang. Pembangunan huntara tersebut sambil menunggu hasil kajian resmi Badan Geologi terkait jumlah pasti rumah yang harus relokasi.

Kepala Pelaksana BPBD Cilacap, Taryo, menyatakan pembangunan menempati lahan milik pemerintah seluas 3,9 ha. Lokasinya ada di Desa Jenang Kecamatan Majenang dan hanya berjarak 2,5 km dari lokasi longsor.

Huntara bagi korban longsor di Desa Cibeunying Kecamatan Majenang, Cilacap, berbatasan langsung dengan Sungai Cijalu. Hal ini membawa konsekuensi tersendiri karena ada ancaman banjir atau tanggul sungai longsor. Pemkab Cilacap berencana untuk memperkuat tanggul sungai agar menghindari ancaman luapan sungai.

Untuk tawah awal, BPBD menargetkan pembangunan 50 unit huntara dan sudah ada 21 unit yang telah terbangun.

“Tahap awal kita bangun 50 unit dan sekarang sudah ada 21 unit huntara untuk korban longsor di Cibeunying,” katanya.

BPBD Cilacap masih menunggu rekomendasi Badan Geologi sebagai dasar penetapan jumlah keluarga korban longsor di Desa Cibeunying yang harus pindah ke huntara. Data sementara mencatat 296 rumah berpotensi masuk kategori relokasi. Namun BPBD memastikan jumlah tersebut masih dapat berubah.

“Sampai hari ini kita masih menunggu data hasil kajian Badan Geologi,” kata Taryo.

Tim Badan Geologi telah turun ke lapangan pada pekan keempat November lalu untuk melakukan pengambilan data dan kajian teknis di wilayah terdampak.

Bencana tanah longsor di Desa Cibeunying terjadi pada Kamis malam, 13 November 2025. Peristiwa tersebut merusak 16 rumah yang tertutup material longsor. BPBD mencatat 46 warga terdampak, dengan rincian 23 orang selamat, 21 warga meninggal dunia. Sampai hari terakhir pencarian, Tim SAR Gabungan tidak bisa menemukan dan mengevakuasi dua orang korban. (*)

Exit mobile version