News  

Cara Jokowi Bantah Ijasah Palsu dengan Temui Dosen Pembimbing Kasmudjo

Tangkapan layar dari video di akun instagram Jokowi. Mantan Presiden RI, Jokowi saat berpamitan usai bertamu ke rumah dosen pembimbing, Kasmudjo. (doc/instgram)

SOLO – Jokowi punya cara tersendiri untuk bantah tudingan tentang ijasah palsu dari Fakulutas Kehutanan UGM, yakni dengan temui langsung dosen pembimbing, Kasmudjo. Ini sekaligus menjadi momen mantan Wali Kota Solo tersebut untuk sowan ke Kasmudjo.

Jokowi menggungah momen ketika dia temui dosen pembimbing di rumah Kasmudjo. Dalam video ini memperlihatkan kedatangan Jokowi di komplek Kasmudjo yang jadi dosen pembimbing skripsi.

Dalam pertemuan ini, Jokowi dan “sang dosen pembimbing, Kasmudjo” berbincang layaknya orang yang sudah lama tidak bertemu. Seperti menanyakan kabar masing-masing dan juga bersalaman dengan erat.

“Hari ini, saya berkunjung untuk bersilaturahmi dengan Dosen Pembimbing Akademik saat kuliah di Fakultas Kehutanan UGM, Bapak Ir. Kasmudjo,” tulis Jokowi di unggahan tersebut.

“Di usia 75 tahun, beliau masih sehat dan penuh semangat. Semoga Allah SWT senantiasa memberi kesehatan dan kekuatan kepada beliau,” katanya lagi.

Mantan Presiden RI, Jokowi secara resmi lapor ke polisi di Polda Metro Jaya terkait tudingan ijasah palsu. Sementara terlapor ada 5 orang yang berinisial RS, ES, RS, T dan K. Jokowi merasa perlu untuk mengambil tindakan hukum, agar tudingan ini menjadi terang benderang.

Jokowi datang sekaligus lapor ke polisi di Polda Metro Jaya bersama tim kuasa hukumnya, Rabu (30/4/2025) pagi. Rombongan terlebih dahulu ke bagian SPKT sebelum akhirnya menuju ke Direktorat Reserse Kriminal Umum . Jokowi lalu memberikan keterangan kepada media, saat keluar dari ruang tersebut.

Menurut Jokowi, tudingan ijasah palsu ini sebenarnya masalah sepele. Namun sudah terlalu berlarut-larut hingga dia dan tim kuasa hukum memutuskan untuk mempidakannya.

Tim Kuasa Hukum Jokowi, Yakup Hasibuan menjelaskan alasan Jokowi lapor polisi di Polda Metro Jaya. Dia menjelaskan, semua ini agar masalah ijasah palsu terbuka secara jelas dan gamblang. (*)

Exit mobile version