News  

Cuaca Ekstrim Kembali Ancam Cilacap dan Timbulkan Angin Kencang

ilustrasi

SEMARANG – BMKG kembali mengingatkan warga Cilacap akan potensi cuaca ekstrim yang bisa menimbulkan angin kencang dan kembali ancam wilayah tersebut. Cuaca ekstrim ini berupa angin kencang atau hujan deras berbarengan dengan petir.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan terkait potensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah pada Senin (17/2/2025). Cuaca ekstrem bisa berupa hujan lebat, angin kencang, dan sambaran petir berpotensi menimbulkan tanah longsor, banjir, dan angin puting beliung di 26 daerah. Angin kencang sebagai akibat cuaca ekstrim ini, ancam Cilacap dan wilayah lainnya.

Berdasarkan pengamatan citra satelit pada pukul 05.00 WIB, BMKG mencatat potensi cuaca ekstrim di 26 daerah. Masing-masing adalah Cilacap, Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Bumiayu, Majenang dan Wonosobo. Daerah termasuk berada di sisi selatan Jawa Tengah.

Lalu wilayah Mungkid, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Kudus, Jepara, Demak, Temanggung, Kajen, Slawi, Magelang, Surakarta, Salatiga, dan Ambarawa.

Potensi cuaca ekstrim seperti ini, bisa berakibat angin kencang masih tetap ancam wilayah Cilacap dalam 3 hari ke ini.

Laman bmkg.go.id memaparkan, Jawa Tengah mulai Senin (17/2/2025) hingga Rabu (19/2/2025) akan mengalami hujan lebat sampai sangat lebat.

Kondisi ini tentu bisa membawa dampak atas munculnya bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, angin kencang dan hujan petir.

Sebelumnya, hujan deras dan angin kencang, hajar sejumlah rumah warga di Desa Dayeuhluhur Kecamatan Dayeuhluhur, Cilacap rusak karena terjangan ngin kencang, Minggu (16/2/2025) pukul 15.30 WIB. 4 rumah warga mengalami kerusakan sedang dan ringan. Hujan deras yang berlangsung selama satu jam turut memperparah dampak bencana ini.

Akibatnya, 1 rumah warga rusak sedang dan 3 lainnya rusak ringan. Kejadian ini memaksa 1 keluarga untuk mengungsi. (*)

Exit mobile version