News  

Dedi Mulyadi Menyerah Atasi Masalah Sampah di Jawa Barat, Datangkan Mantan Bupati Banyumas

Mantan Bupati Banyumas, Ahmad Husein. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi meminta Ahmad Husein untuk mengurusi masalah sampah di sana. (doc/instagram)

BANDUNG – Dedi Mulyadi mulai “menyerah” untuk mengatasi masalah sampah di Jawa Barat. Masalah ini selalu saja muncul, meski pemerintah sudah berusaha mencari solusi. Hingga Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti yang ada di Kabupaten Bandung Barat, mengalami overload.

Dedi Mulyadi mengungkapkan, sampah masih menjadi masalah serius di Jawa Barat. Permasalahan ini sudah akut, lama dan terjadi di hulu sampai hilir di wilayah Bandung Raya. Masalah sampah ini terjadi di Kabupaten dan Kota Bandung, Kabupaten Bandung Raya dan juga Kota Cimahi.

“Ini salah satu kerepotan saya. Di Jabar yang darurat sampah adalah Kabupaten dan Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, (kota) Cimahi,” ujar Dedi.

“Dan hari ini, (masalah sampah di Jawa Barat) berproblek di (TPA) Sarimukti,” katanya.

Karena itu, dia mengaku harus meminta bantuan kepada salah satu sahabatnya. Yakni mantan Bupati Banyumas, Ahmad Husein. Dedi menyebut, Husein selama 2 periode menjabi Bupati Banyumas berhasil mengatasi problem sampah dengan pola insinerator.

Hanya saja, keberadaan Ahmad Husein di Bandung hanya sebagai relawan semata. Bukan sebagai sebagai pihak ke tiga ataupun tenaga ahli.

“Jadi saya mohon maaf Pak, saya berikan tugas kepada Bapak. Karena Bapak sekarang ini jadi relawan saya, ngurusin masalah sampah di Jawa Barat,” katanya.

Dia berharap, Ahmad Husein tidak hanya fokus pada mengurangi beban sampah di TPA Sarimukti. Namun juga “daerah hulu” di Jawa Barat yang mengalami masalah dalam penanganan sampah. Yakni wilayah Bandung Raya dan Cimahi.

“Bisa dipasang insinerator. Tidak pakai lama,” kata Dedi.

Menurut Dedi, pengelolaan sampah di Banyumas sudah sangat berhasil karena berimbas pada kebersihan wilayah. Juga ada produk berupa karbon, listrik dan minyak.

Ahmad Husein menyebut, masalah sampah di TPA Sarimukti harus dilakukan dari sekarang. Dengan begitu, sampah baru akan bisa masuk ke TPA. Hingga pada akhirnya, sampah lama di Sarimukti benar-benar habis.

“Sarimukti itu bisa sampahnya habis walaupun memakan waktu lama, tapi harus segera dimulai,” tegasnya. (*)

Exit mobile version