News  

Desa Salebu Garap Wisata Edukasi Gunung Padang Berbasis Atraksi Budaya

Warga dan pemerintah Desa Salebu Kecamatan Majenang, Cilacap, ziarah ke makam Ki Hajar Sakti di Gunung Padang, Senin (30/5/2025). Desa Salebu tengah menggagas Gunung Padang di sana sebagai obyek wisata edukasi. (bercahayanews.com)

CILACAP – Warga dan pemerintah Desa Salebu Kecamatan Majenang, Cilacap, memcoba untuk membuat paket wisata edukasi dengan menggunakan Gunung Padang sebagai magnet Utama. Nantinya, komplek Pebahanan atau situs geologi Gunung Padang di sana, bisa menjadi paket wisata edukasi.

Dan langkah pertama untuk mewujudkannya, pemerintah desa dan pengurus Desa Wisata melakukan ziarah ke makam Ki Hajar Sakti di Gunung Padang, Senin (30/6/2025). Ini sekaligus mengikuti tradisi warga tiap tahun baru Islam yang mereka sebut sebagai traidisi Suran.

Kepala Desa Salebu, Agus Fauzi mengatakan, kegiatan ziarah ke makam Ki Hajar Sakti merupakan yang pertama bagi dengan melibatkan seluruh perangkat.

“Sebenarnya (ziarah) ini sudah tradisi. Warga menggelar secara mandiri. Hanya kali ini desa dan seluruh perangkat ikut,” katanya.

“Ini kolaborasi desa dengan (pengurus) Desa Wisata,” tambahnya.

Dia menambahkan, Ki Hajar Sakti merupakan tokoh setempat tapi punya trah Kerajaan Padjajaran di masa lampau. Hingga tiap 1 Sura, makamnya selalu ramai dikunjungi warga Jawa Tengah dan Jawa Barat.

“Masih trah Siliwangi,” kata dia.

Ketua Desa Wisata, Akhmad Rizali mengatakan, ziarah makam Ki Hajar Sakti di Gunung Padang, menjadi agenda pembuka untuk menjadi Salebu sebagai Desa Wisata. Pengurus sudah memiliki sejumlah program untuk membuat paket wisata edukasi.

Di Gunung Padang ini, ada 3 obyek yang bisa garap sebagai daya tarik wisata. Yakni situs geologi Pebahanan, berupa tumpukan batu andesit. Meski Namanya sama yakni Gunung Padang, namun ada perbedaan dengan yang ada di Kabupaten Cianjur.

Kedua, adalah komplek makam di sisi barat Gunung Padang. Di sana, ada 3 komplek makam, yang salah satunya makam Ki Hajar Sakti.

“Lalu ada curug (air terjun),” kata Rizal.

Dia mengatakan, pengurus juga sudah menyusun program atraksi budaya sebagai daya tarik. Pertama adalah ziarah ke makam Ki Hajar Sakti. Juga ada sedekah ketupat yang menjadi tradisi warga setempat saat Rebo wekasan.

“Lalu ada hari jadi desa yang jatuh pada 11 Oktober,” katanya. (*)

Exit mobile version