BEKASI – Oknum organisasi masyarakat (ormas) berulah dan ganggu dengan cara blokir jalan hingga kendaraan proyek tidak bisa ke lokasi. Akibatnya, kendaraan berat yang akan menggarap proyek dan juga para pekerja, tertahan di luar lokasi. Kejadian ini viral setelah video aksi oknum ormas tersebut beredar luas di media sosial.
Aksi premanisme berkedok ormas, masih saja terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Para oknum ormas ini kerap kali ganggu proyek baik milik pemerintah maupun swasta. Tidak jarang, oknum ormas ini sudah sangat meresahkan warga dan pekerja karena sudah ganggu aktifitas mereka di lokasi proyek.
Tindakan oknum ormas yang ganggu proyek ini, diunggah oleh akun Instagram @bekasi24jamcom. Nampak ada pria berkemeja putih yang tengah dikepung oleh Satpam berseragam. Pria ini terus saja berteriak dan mendorong beberapa orang.
Petugas Satpam berusaha menghentikan aksi pria ini dan memintanya tidak melakukan aksi kekerasan. Meski begitu, pria ini terus saja memperlihatkan kemarahan dan berusaha menghindar.
Lalu terdengar suara letupan, dan ada 2 orang mengacungkan pistol jenis revolver. Suara ini mirip letupan pistol gengam tersebut. Tidak hanya sekali, letupan ini terdengar sampai 3 kali. Lalu ada teriakan agar pria berkemeja putih ini di bawa ke tempat lain.
“Pemblokiran jalan oleh oknum organisasi masyarakat (ormas) kembali terjadi di kawasan Deltamas, Cikarang, Bekasi. Pihak pengelola mengecam aksi tersebut karena berdampak langsung pada aktivitas pembangunan dan memicu kekhawatiran para investor,” tulis akun tersebut.
Happy, Staf Community Relations Deltamas, menyebut oknum ormas ini mengklaim lahan di Zona Eropa Boulevard, Desa Pasirranji. Padahal, lahan tersebut telah bersertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) dan sah secara hukum milik Deltamas.
Aksi ormas seperti ini, mengingatkan kembali akan fungsi dari Satgas Anti Premanisme yang sudah dibentuk pemerintah. Keberadaan Satgas tentu saja untuk menindak oknum ormas yang sering ganggu proyek, atau melakukan tindakan pemalakan. (*)
