JAKARTA – Presiden Prabowo gagal usir wartawan dari ruang Sidang Paripurna Kabinet, setelah mendapatkan penolakan dari para menteri yang hadir. Dalam rapat ini, dia sempat kaget karena para wartawan justru masih berada di dalam ruangan, saat dia sudah lama memberikan arahan.
Sidang Paripurna Kabinet dibuka dengan arahan presiden secara langsung dan menghadirkan seluruh menteri. Prabowo datang terakhir bersama Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka.
Setelah beberapa saat memberikan araha, Prabowo merasa terkejut karena masih ada wartawan di ruang sidang. Prabowo lalu berupaya untuk bisa usir wartawan dari ruang di Ruang Sidang Kabinet, Istana Kepresidenan Jakarta.
Presiden lalu meminta persetujuan dari semua menteri yang hadir dengan mengacungkan jari. Ini sebagai bentuk demokrasi sebelum Presiden usir wartawan dari ruang itu.
“Wuih ini kebabalsan. Kok wartawan kok terus di sini,” ujar Presiden yang membuat para menteri tertawa.
“Tapi kita demokratis, coba angkat tangan yg mengizinkan wartawan tambah 5 menit di sini,” pintanya.
Lalu mayoritas menteri mengacungkan jari sebagai tanda wartawan masih boleh ikut Sidang Paripurna Kabinet selama 5 menit berikutnya. Hingga Presiden Prabowo tidak bisa berkutik dan harus ikut kemauan para menteri. Dengan begitu, Prabowo sudah gagal usir wartawan dari ruang sidang.
“OK. Anda boleh di sini 5 menit lagi. Ga papa, ini sesuatu yang baik,” katanya.
Dalam Sidang Paripurna Kabinet, Presiden menyebut Indonesia sudah berhasil mengendalikan inflasi. Bahkan Indonesia menjadi negara 5 besar di dunia dengan inflasi paling rendah.
“Mungkin China yang lebih rendah dari Indonesia,” katanya. (*)
