News  

DPR RI Sosialisasi MBG di Cilacap, Dorong Pola Makan Sehat dan Ketahanan Pangan

Anggota DPR RI Komisi IX, Teti Rohatiningsih saat sosialisasi MBG di Cilacap bersama BGN. (doc/instagram)

CILACAP – Anggota DPR RI aktif untuk sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah, seperti di Cilacap. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerataan manfaat program, sekaligus edukasi masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat. Kali ini, DPR garap sosialisasi MBG di GOR Desa Layansari, Kecamatan Gandrungmangu, Cilacap.

Anggota Komisi IX DPR RI, Teti Rohatiningsih, hadir untuk sosialisasi MBG di Cilacap secara langsung. Juga ada perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), Teguh Suparngadi dan Kepala SPPG Cilacap Tengah, Farizal Surno Suwito. Ratusan warga mengikuti acara yang mulai pukul 13.00 WIB itu.

Teti Rohatiningsih mengingatkan warga Cilacap, agar mewaspadai oknum yang mencatut nama BGN dan menawarkan program pengadaan dapur sehat secara tidak resmi. Ia menegaskan, seluruh proses harus mengikuti mekanisme resmi demi keamanan dan ketepatan sasaran program.

“Masyarakat jangan mudah tergiur dengan penawaran dari pihak tak bertanggung jawab. Program MBG harus berjalan sesuai aturan agar manfaatnya benar-benar terasa,” tegas Teti.

Sosialisasi oleh anggota DPR di Cilacap memastikan, MBG tidak hanya sebagai upaya pemenuhan gizi semata. Namun menjadi pintu masuk untuk membuka lapangan kerja dan mendorong ekonomi lokal. Teti menilai kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk menyukseskan program tersebut.

“Pemerintah, pelaku UMKM, tenaga pendidik, dan masyarakat lokal harus saling mendukung. MBG bukan hanya soal makanan bergizi, tapi juga kesejahteraan bersama,” ujarnya.

Teguh Suparngadi menambahkan, program MBG merupakan program pemerintah untuk memperkuat sumber daya manusia dan mendukung ketahanan pangan nasional. Ia menyebut Presiden menargetkan agar seluruh wilayah Indonesia merasakan manfaat MBG pada akhir 2025.

“Program ini dirancang untuk meningkatkan literasi gizi sejak dini. Kami ingin keluarga terbiasa dengan pola makan sehat yang berkelanjutan,” kata Teguh.

Farizal Surno Suwito menambahkan, pentingnya kemandirian pangan. Ia mengajak masyarakat mulai menanam dan beternak sendiri untuk mendukung pasokan dapur MBG.

“Kita harus bergerak bersama agar program ini terus berjalan,” katanya. (*)

Exit mobile version