Jakarta – Mantan Ketua Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus kerusuhan Mei 1998, Gufron Mabruri, mengkritik pernyataan Fadli Zon yang meragukan laporan tentang pemerkosaan massal terhadap perempuan etnis Tionghoa. Gufron menyebut pernyataan tersebut menyakiti para penyintas dan mengabaikan fakta yang sudah tim ungkap sejak 26 tahun lalu.
“Fadli Zon tidak menunjukkan empati kepada para korban. Dia malah menutup mata terhadap temuan serius yang TGPF kumpulkan,” kata Gufron saat menyampaikan pandangannya di Jakarta, Senin (17/6/2025).
TGPF Temukan Bukti Kekerasan Seksual Sistematis
Tim yang Gufron pimpin pada 1998 telah mewawancarai ratusan saksi, mendalami puluhan kasus, dan mencatat setidaknya 52 korban pemerkosaan selama kerusuhan. Tim juga mencatat bahwa banyak korban mengalami trauma mendalam hingga enggan membuka identitas.
“Korban mengalami kekerasan seksual secara sistematis. Kita tidak bisa menghapus fakta hanya karena narasi politik berubah,” ujar Gufron.
Aktivis dan Korban Tuntut Klarifikasi
Sejumlah aktivis perempuan dan kelompok sipil mendesak Fadli Zon menarik ucapannya. Mereka menilai pernyataan tersebut memperkuat budaya impunitas dan memperparah luka kolektif yang belum sembuh hingga kini.
Sementara itu, keluarga korban meminta semua pihak menghentikan politisasi tragedi kemanusiaan yang menimpa ribuan warga sipil pada Mei 1998.
📌 Ikuti terus kabar advokasi hak asasi dan keadilan sosial hanya di
👉 https://bercahayanews.com/
