JAKARTA – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir murka saat posisi Liga Indonesia masih nomor 6 di ASEAN. Liga Indonesia kalah dari Liga Thailand, Malaysia, Vietnam, Singapura, dan Filipina. Namun mulai 2024-2025, liga ini naik dan menggeser kompetisi sepak bola di Filipina.
Erick Thohir mengaku sempat murka kepada operator Liga Indonesia ketika masih ada di posisi nomor 6 ASEAN. Dia bahkan mengancam akan mengganti total manajemen operator liga yang ada di bawah kendali PT LIB.
“Liga Indonesia tidak pantas ada di nomor 6 di Asia Tenggara. (Ini) tidak bisa diterima,” kata dia di podcat The Haye Way bersama Neal Petersen.
“Saya katakan ke mereka (operator liga), jika liga masih seperti ini maka manajemen akan dirubah total,” kata dia.
Namun setelah itu, semua pihak berbenah untuk memperbaiki Liga Indonesia. Dan langkah paling awal adalah memperbaiki kualitas wasit. Demikian juga dengan jumlah wasit berlisensi di tanah air. Termasuk mendatangakan Yoshimi Ogawa, instruktur wasit kenamaan dari Jepang.
“Kita kontrak Mr Ogawa selama 2 tahun. Sebelumnya dia hanya kerja paruh waktu. Sekarang full time selama 2 tahun,” kata Erick.
Selain itu, Liga Indonesia memanfaatkan tekhnologi Video Assistant Referee dan mulai berjalan sejak di Liga 1. Kedepan, Liga 2 juga akan menggunakan tekhnologi serupa.
Hasilnya mulai nampak. Posisi Liga Indonesia mulai naik dan mengalahkan Filipina hingga menjadi nomor 5 di ASEAN. PSSI menargetkan, posisi Liga Indonesia akan naik terus hingga menjadi yang terbaik di ASEAN pada 2030.
Hal yang mendasar, kata Erick, adalah membersihkan liga dari pengaturan skor. Lalu memberikan sanksi berat bagi pelaku pengaturan skor dan mem-banned seumur hidup dari dunia sepak bola.
“”Karena itu kami bersihkan liga. Memang tidak bisa mengkontrol penuh karena liga sudah terpisah dari federasi,” tegasnya. (*)
