News  

Gelombang Tinggi Terjang Indramayu Akibat Siklon Tropis dan Seruakan Dingin

Tangkapan layar dari video di tiktok. Gelombang tinggi dan banjir rob, terjang Indramayu. (doc/tiktok @ibu_kinkin20)

INDRAMAYU – Dampak dari Siklon Tropis dan Seruakan Dingin, menimbulkan gelombang tinggi dan terjang pesisir Indramayu. Wilayah terdampak adalah kampung nelayan di Desa Eretan Kulon. Sejumlah warga setempat terpaksa mengungsi karena gelombang tinggi bersamaan dengan banjir rob.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan adanya potensi angin kencang ancam wilayah pulau Jawa. Hal ini membawa ancaman berupa gelombang tinggi, hujan angin yang bisa di sebagian wilayah Indonesia.

BMKG menyebut, Siklon Tropis Vince mulai bergerak menjauhi wilayah Indonesia. Sementara Siklon Tropis Taliah masih terdeteksi berada di Samudra Hindia Selatan, sekitar 920 km di barat daya Cilacap, Jawa Tengah. Siklon akan terus aktif dalam 24-72 jam ke depan. Sementara pergerakannya ke arah barat dan menjauhi wilayah Indonesia.

Siklon Tropis Taliah berpotensi menyebabkan hujan berintensitas sedang yang disertai angin kencang di wilayah pesisir selatan Banten hingga Jawa Timur. Juga ada potensi gelombang tinggi antara 2,5 hingga 4 meter di perairan barat Lampung, barat Bengkulu dan Selat Sunda. Juga di selatan Jawa hingga Pulau Rote, serta Samudra Hindia selatan Banten, Jawa Tengah hingga NTT.

Akun tiktok @ibu_kinkin20 memposting video kedahsyatan gelombang tinggi yang terjang pesisir Indramayu. Postingan tertanggal 6 Februari 2025 memperlihatkan, gelombang tinggi ini terjang tanggul di tepi pantai Eretan, Indramayu.

Demikian juga dengan postingan serupa pada 7 Februari 2025. Nampak gempuran ombak melebihi tinggi atap rumah salah satu warga.

“Serem ombaknya,” tulis admin di postingan tanggal 6 Februari 2025.

Postingan kedua video ini langsung menarik perhatian netizen. Sebagian dari mereka, sepertinya bukan orang Indramayu dan mempertanyakan jarak laut yang sangat dekat dengan rumah warga. Sisanya, memberikan keprihatinan atas kondisi ini.

“Sepertinya tanah/daratan di pantura mulai turun/tenggelam,” tulis salah satu netizen di kolom komentar.

Dampak dari banjir rob, merendam 135 rumah di Desa Kertawinangun dan 7 rumah rusak di Desa Eretan Kulon. Dari total 845 jiwa yang terdampak, 106 jiwa terpaksa mengungsi. (*)

Exit mobile version