CILACAP – Gempa yang berpusat di daratan, guncang Kabupaten Cilacap, Selasa (11/2/2025), pukul 07.37. Warga merasakan guncangan selama beberapa detik.
Situs bmkg.go.id mengkonfirmasi gempa tersebut. Lokasinya ada di 7,28 LS-108,79 BT dengan kedalaman 11 Km. Namun, kekuatan gempa ini sangat kecil, yakni 3,9. Pasca gempa belum ada laporan terkait kerusakan akibat kejadian alam tersebut.
Menelusuri lokasi gempa tersebut, ternyata tidak hanya sekedar berpusat di daratan Cilacap. Tapi jauh dari garis pantai dan berada di sisi utara pusat kota Cilacap. Tepatnya di timur laut Kecamatan Majenang. Pusat gempa berada di daerah perbukitan sisi utara Kecamatan Majenang.
Gempa bumi dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu gempa darat dan gempa laut. Jika gempa berpusat di daratan, salah satu resikonya adalah menimbulkan kerusakan bangunan, korban luka atau meninggal dunia. Sebut saja gempa di Cianjur pada 2024.
Geolog UGM, Dr. Gayatri Indah Marliyani, ST., M. Sc., mengatakan bencana gempa tersebut magnitudonya cukup besar yakni M 5.6 dan dengan hiposenter sangat dangkal, tepatnya 11 km. Gempa bumi ini terjadi karena pergerakan sesar aktif di darat.
“Sumber gempa yang dekat dengan permukaan serta magnitudo yang cukup besar menyebabkan dampak merusak yang cukup meluas terutama di sepanjang jalur sesar tersebut,” kata Gayatri di laman ugm.ac.id
Sementara gempa di lautan, bisa menimbulkan ancaman tsunami. Gelombang tinggi ini bisa menyapu daratan, seperti tsunami yang menyapu pesisir Aceh pada Desember 2004 lalu.
Data di bmkg per tanggal 11 Februari 2025 memperlihatkan, mayoritas pusat gempa berada di perairan lepas atau lautan. (*)
