JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mewanti-wanti agar seluruh kepala daerah lebih berhati-hati. Langkah ini agar mereka tidak terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) seperti yang terjadi pada Gubernur Riau.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan telah mengamankan Gubernur Riau, Abdul Wahid. Demikian juga dengan sejumlah orang lainnya dalam sebuah OTT yang sangat rahasia. Kabar ini segera beredar luas di berbagai paltform media mainstream maupun media sosial.
Total sekitar 10 orang yang terjaring OTT KPK di Riau. KPK langsung menerbangkan 10 orang tersebut ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan.
KPK menyebut, Gubernur Riau dan 9 orang lainnya terjaring OTT sesuai hasil penelusuran penyidik. Mereka terlibat dalam persekongkolan untuk mengakali proyek di Dinas Dinas PUPR Riau.
Puan lalu menekankan satu hal kepada seluruh kepala daerah agar tidak bernasib seperti Abdul Wahid. Yakni menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menentukan kebijakan apapun di daerah masing-masing. Dengan demikian, kejadian ini tidak akan terulang kembali dan menimpa kepala daerah lain.
“Jadi, seluruh eksekutif, kepala daerah, dan siapa pun, untuk lebih bisa mawas diri,” ujarnya.
Puan mengatakan, DPR RI menghormati proses hukum yang tengah berjalan usai Gubernur Riau Abdul Wahid terjeraing OTT KPK.
“Terkait dengan OTT, ya kita hormati proses hukumnya, dan harapannya jangan sampai terulang lagi hal-hal seperti itu,” katanya. (*)
