Hari Pertama Sekolah, Baju Seragam Sudah Kecil dan Asing dengan Teman Sekelas.

  • Bagikan
Masuk sekolah lagi, siswa mengeluhkan seragam kekecilan dan tidak mengenal teman sekelas. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Ragam cerita muncul di hari pertama siswa kembali masuk sekolah untuk menjalani pembelajaran tatap muka. Siswa merasakan kembali suasana sekolah yang sebenarnya. Mulai dari masuk pagi, bertemu teman sekelas dan duduk di bangku kelas. Hanya saja, terbersit keluhan di wajah anak-anak harapan bangsa di masa depan ini. Salah satunya adalah baju seragam yang sudah kecil.

“Baju sudah kekecilan,” ujar Arini Dwi Nasti, Selasa (21/9/2021).

Siswa kelas 9 SMP N 1 Majenang ini mengaku, baju ini terakhir kali dia pakai saat masih kelas 7. Tepatnya pada pertengahan semester kedua tahun ajaran 2019-2020. Setelah itu, hanya tergantung di lemari tanpa pernah tersentuh.

Memang dia beberapa kali masuk sekolah saat duduk di kelas 8 untuk mengambil materi pembelajaran atau mengumpulkan tugas. Juga saat ada kebijakan uji coba pembelajaran. Namun selama itu, dia menggenakan baju bebas.

“Pakai baju bebas. Asal sopan dan tertutup,” ujar dara berkerudung ini.

Dia juga mengaku tidak mengenal satu-persatu teman sekelas. Mereka semua nampak asing setelah hampir 2 tahun jarang bertemu. Apalagi dengan kebijakan me-rolling siswa di tiap angkatan. Hingga teman saat masih duduk di kelas 7, sudah berganti semua.

“Waktu kelas 8 tidak diacak. Naik kelas 9 diacak. Jadi banyak yang belum kenal. Tahu wajah, tapi lupa nama,” katanya.

Siswa lainnya juga meraskan hal serupa. Seperti Syakira Karisma Arifiani. Dia mengaku sangat canggung saat pertama kali masuk kelas. Hingga dia memilih banyak diam dan menjawab singkat pertanyaan teman sekelas.

“Mau ngomong jadi canggung. Mau ngobrol ga tentu nyambung,” ujar dia.

Namun demikian, kegembiraan sangat terasa terpancar dari wajah semua siswa. Mereka bisa kembali mengikuti pembelajaran langsung dari guru. Apalagi bagi siswa kelas 7 atau 8. PTM ini menjadi pengalaman pertama masuk sekolah, lengkap dengan seragam masing-masing.

“Seneng banget. Bisa sekolah lagi,” ujar Alya Qurrotu’aini, siswa kelas 8 SMP N 1 Majenang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, Sadmoko Danardono mengatakan, pelaksanaan PTM ini sudah melalui berbagai pertimbangan. Termasuk adanya ijin dari orang tua.

“Dinas sudah minta ijin ke semua orang tua,” katanya.

Senada dengan para siswa, Sadmoko mengakui PTM ini membawa pengaruh besar bagi siswa. Mereka dapat menyerap materi pembelajaran dari guru secara langsung.

“Anak-anak kita lebih gembira. Mereka lebih senang, orang tua dan guru juga senang. Kita semua berharap agar pandemi ini bisa segera berakhir,” tegasnya. (*)

  • Bagikan