SEMARANG – Potensi hujan dan angin kencang akibat pergerakan Siklon Tropis Taliah, masih jadi ancaman warga di Jawa Tengah.
Bibit siklon tropis Taliah sudah terdeteksi oleh BMKG sejak awal 5 Februari 2025. Namun pergerakannya justru menjauh wilayah RI. Tapi justru karena menjauh, Taliah membawa akibat besar berupa potensi hujang dan angin kencang di Jawa Tengah.
BMKG pada 5 Februari menyebut, Siklon Tropis Vince mulai bergerak menjauhi wilayah Indonesia. Sementara Siklon Tropis Taliah masih terdeteksi berada di Samudra Hindia Selatan, sekitar 920 km di barat daya Cilacap, Jawa Tengah. Sementara pergerakannya ke arah barat dan menjauhi wilayah Indonesia.
Meski menjauh, pergerakan Siklon Tropis Taliah membawa akibat negatif berupa ancaman hujan ddan angin kencang.
Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto dalam siaran pers di situs bmkg.go.id menjelaskan, adanya ancaman angin kencang, gelombang tinggi dan hujan deras akibat pergerakan Siklon Tropis Taliah.
“Siklon Tropis Taliah berpotensi teradinya hujan berintensitas sedang yang disertai angin kencang di wilayah pesisir selatan Banten hingga Jawa Timur,” ujarnya.
Dan peringatan bmkg ini, memperlihatkan bukti. Tepatnya pada Minggu (9/2/2025) sore dan petang hari. Warga merasakan tiupan angin kencang bertepatan dengan hujan deras. Sejumlah warga di Kecamatan Majenang, Cilacap, terdampak terjangan angin kencang.
Salah satunya adalah pohon tumbang dan sempat menutup Jalan Yos Sudarso, Majenang. Warga bersama aparat harus bekerja keras untuk membersihkan pohon tumbang. Sementara polisi, mengalihkan arus kendaraan melalui ruas lain. Informasi dari Pemadam Kebakaran Cilacap menyebutkan, pembersihan pohon tumbang memakan waktu kurang lebih 2 jam.
Selain itu, angin kencang juga merusak rumah warga di Kecamatan Cimanggu dan lainnya. Rumah warga rusak akibat tertimpa tiang listrik PLN yang tumbang.
BPBD Cilacap menyebut, ada 5 rumah warga yang rusak akibat terjangan hujan dan angin kencang. 2 rumah tergolong rusak berat dan sisanya rusak sedang. Selain itu, 1 keluarga terpaksa mengungsi dan mengosongkan rumah pasca kejadian tersebut. (*)
