JAKARTA – Saat ini telah memasuki 10 hari kedua di Bulan Ramadan. Ada beberapa keutamaan yang menurut banyak ulama ada di dalam pertengahan bulan ini.
Ustaz Adi Hidayat membeberkan keistimewaan 10 hari kedua puasa Ramadan, atau memasuki pertengahan bulan.
Di di akun Youtube resminya Adi Hidayat Official menyebutkan, menyebut kalau 10 hari kedua bulan Ramadan adalah cerminan dari 10 hari pertama.
Artinya, lanjut Ustaz Adi, pertengahan Ramadhan adalah gambaran awal dari standar keberhasilan 10 hari pertama.
“Penting diingat ketika Allah Swt memberikan standar keberhasilan orang puasa diungkapkan akhir ayat 183 di Albaqarah itu dengan kalimat laallakum tattaquun,” ujarnya.
Terjemahan ata tattaquun paling umum adalah bertakwa. Sedangkan laallakum tattaqun , pemaknaannya menjadi “semoga menjadi semakin bertakwa”. Dengan kata singkatnya adalah “agar kalian bertakwa”.
Ia mengatakan, orang yang berhasil konsisten di 10 hari pertama Ramadhan, maka di 10 hari kedua akan lebih hebat lagi dalam ibadahnya.
Mengapa demikian? Sebab fokus sebagian orang di pertengahan bulan ini mulai terbagi. Sebut saja memikirkan tentang mudik, THR, dan duniawi lainnya.
“Sudah menjadi rahasia umum bahwa semakin mendekati akhir Ramadhan. Maka shaf shalat tarawihnya semakin maju, bacaan Al-Qurannya semakin berkurang, dan lain sebagainya,” ucapnya.
“Jika sifat malas kembali ke standar awal. Ini menunjukkan ada yang kurang sukses dari 10 hari pertamanya karena orang-orang yang terbiasa dengan satu keadaan, dan dia menikmati itu. Kecenderungannya dia akan bertahan dengan sifat itu (malas, Red.),” tambahnya.
Oleh karena itu, 10 hari kedua bulan Ramadhan menjadi ajang pembuktian bagi setiap muslim. Yakni pembuktian kualitas puasa dan ibadah sudah baik.
“Di pertengahan bulan Ramadhan ini pun bisa dimaksimalkan bagi mereka yang sudah konsisten untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt dengan memusatkan doa,” terangnya. (*)
