News  

Jumlah Pemudik Lebaran 2026 Tembus 143,91 Orang. Paling Banyak dari Jawa Barat

ilustrasi

JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi jumlah pemudik pada Lebaran 2026 mencapai 143,91 juta. Angka ini setara dengan 50,60 persen dari total penduduk Indonesia. Prediksi ini lalu menjadi dasar pemerintah dalam menyiapkan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 secara menyeluruh.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan, jumlah pemudik pada 2026 ini terbanyak berasal dari Jawa Barat sebanyak 30,97 juta orang. Pemerintah juga mencatat DKI Jakarta menyumbang 19,93 juta pemudik dan Jawa Timur 17,12 juta pemudik.

Sementara itu, Jawa Tengah menjadi tujuan terbanyak dengan 38,71 juta orang. Jawa Timur menyusul dengan 27,29 juta orang dan Jawa Barat 25,09 juta orang.

“Data ini menjadi dasar kami untuk menyiapkan Angkutan Lebaran 2026 secara komprehensif,” ujar Dudy, Kamis (26/2/2026).

Survei Badan Kebijakan Transportasi Kemenhub menunjukkan, mobil pribadi masih mendominasi moda perjalanan dengan 76,24 juta pengguna. Sepeda motor menempati posisi kedua dengan 24,08 juta orang. Sisanya sebanyak 23,34 juta orang memilih menggunakan bus.

Kemenhub mengimbau masyarakat beralih ke transportasi umum untuk menekan kemacetan dan risiko kecelakaan selama periode mudik.

“Kami mengimbau masyarakat menggunakan transportasi umum untuk meningkatkan keselamatan, mengurangi kemacetan. Serta menekan risiko kecelakaan akibat mobilitas tinggi saat Lebaran,” kata Dudy.

Kemenhub memprediksi simpul transportasi yang akan mengalami kepadatan. Seperti Stasiun Pasar Senen, Bandara Soekarno-Hatta, Terminal Pulo Gebang dan pelabuhan Merak–Bakauheni.

Tingginya jumlah pemudik pada 2026, Kemenhub mengambil langkah antisipatif dengan menyiapkan 31 ribu unit bus. Lalu ada 829 kapal laut, 255 kapal penyeberangan dan 392 pesawat. Demikian juga dengan 3.821 kereta api. Pemerintah juga memberikan diskon tiket bagi penumpang kapal laut, kereta api, dan pesawat kelas ekonomi pada periode Maret–April 2026.

Selain itu, pemerintah kembali menggelar program mudik gratis dengan puluhan ribu kuota penumpang.

Untuk mendukung arus mudik dan pergerakan pemudik, pemerintah membatasi operasional truk sumbu tiga atau lebih. Namun ada pengecualian yaitu truk pengangkut sembako dan sejenisnya. (*)

Exit mobile version