JAKARTA – Kasus pelecehan oleh pelatih panjat tebing kepada 10 atlet, terus memantik perhatian sejumlah tokoh. Saat ini, pemerintah fokus pada penanganan korban usai kasus pelecehan terhadap atlet panjat tebing terkuak. Pemerintah menjamin keamanan bagi para atlet yang melapor.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi menyampaikan empati kepada korban. Menurutnya, penanganan kasus pelecehan atas atlet panjat tebing, harus berorientasi pada kepentingan dan keselamatan korban.
“Kami mendorong agar korban mendapatkan pendampingan yang komprehensif. Mulai dari layanan psikologis, medis, hingga pendampingan hukum. Serta perlindungan dari segala bentuk tekanan, intimidasi maupun stigma,” ujar Arifah.
Ia menegaskan kekerasan seksual tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi juga memengaruhi kondisi psikologis dan sosial korban. Pemerintah karena itu mendorong pendampingan menyeluruh agar para atlet dapat pulih dan kembali menjalani aktivitas, termasuk karier olahraga.
Kementerian PPPA meminta aparat penegak hukum menjamin kerahasiaan identitas serta keamanan korban. Pemerintah juga mengarahkan penanganan perkara mengacu pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.
“Bagi korban kekerasan seksual dampaknya bisa psikologis dan sosial. Karena itu, pendampingan menjadi kunci agar korban dapat pulih,” katanya.
Kementerian PPPA mengimbau masyarakat tidak menyebarkan informasi yang berpotensi melukai korban. Selain itu juga meminta semua pihak menghormati proses hukum yang sedang berlangsung.
Sementara itu, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) mencatat jumlah atlet yang melapor bertambah dari delapan orang menjadi 10 orang. Mereka terdiri atas lima atlet putra dan lima atlet putri.
FPTI sebelumnya menonaktifkan sementara pelatih kepala Hendra Basir hingga Tim Pencari Fakta menyelesaikan pemeriksaan. Tim tersebut juga berkoordinasi dengan Kementerian PPPA untuk memastikan perlindungan atlet panjat tebing korban pelecehan oleh pelatih mereka.
Di tengah proses investigasi, FPTI memastikan persiapan menuju Kualifikasi Asian Games 2026 tetap berjalan sesuai agenda. (*)
