BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM), mengaku sudah sangat lama memberikan warning atau peringatan atas pengelolaan tambang di Gunung Kuda, Cirebon. Bahkan tidak hanya memberikan peringatan, Dedi mengaku sudah sangat “bawel”.
Bencana longsor melanda wilayah Gunung Kuda di Desa Cipanas Kecamatan Dukupuntang, Cirebon pada Jumat (30/5/2025) pagi. Longsor ini terjadi di lokasi tambang galian C dan mengakibatkan 4 orang meninggal dunia dan 5 luka-luka.
Hasil pencarian berikutnya, jumlah korban korban meninggal dunia kembali bertambah. Laporan petugas di lapangan menyebutkan, total korban meninggal dunia menjadi 14 orang. Sementara korban luka menjadi 11 orang. Mayoritas merupakan pekerja tambang tersebut.
Akun instagram @bpbd_jabar mnyebut, peristiwa longsor di Gunung Kuda terjadi pukul 10.09. Petugas sudah mengevakuasi seluruh korban meninggal dunia. Demikian juga dengan korban luka akibat tertimbun material longsor.
“Korban meninggal saat ini telah dievakuasi sementara korban luka telah dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis,” ujar BPBD Jabar.
Pasca kejadian, tim gabungan langsung menuju lokasi untuk mencari korban yang masih selamat. Proses evakuasi ini terus berlanjut hingga Sabtu (31/5/2025).
Terkait kejadian ini, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM sudah lama memberikan warning atas penambanang di Gunung Kuda. Hal ini dia utarakan akun Instagram miliknya.
Dedi memposting ulang video saat dirinya berada di Gunung Kuda pada Oktober 2021. Saat itu ada kejadian material longsor dan meski tidak menjadi viral.
Namun demikin, KDM tetap melihat lokasi tambang di Gunung Kuda saat dia masih menjadi anggota DPR. KDM sempat mengajak berbicara dengan para pekerja di Gunung Kuda. Namun mereka lebih banyak menghindar dan takut untuk berbicara dengan Dedi Mulyadi.
Di video ini KDM menjelaskan tingginya resiko tanah longsor di alat berat mengeruk bagian bawah Gunung Kuda. Ini membuat lapisan atas menjadi tanpa penyangga dan gampang terjun bebas.
“Terkait Gunung Kuda, Cirebon, saya sudah bawel sejak Tahun 2021,” ujar Dedi Mulyadi. (*)
