CILACAP — Kebakaran melanda sebuah lapak di Pasar Karangmangu, Kecamatan Kroya, Cilacap, Senin (2/6/2025) sekitar pukul 10.30 WIB. Peristiwa ini sempat menghebohkan para pedagang dan pengunjung pasar. Hingga aktifitas jual beli di sana sempat terhenti beberapa saat. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut.
Keterangan saksi mata menyebut, kebakaran di Pasar Karangmangu Cilacap, pertama kali terlihat dari salah satu lapak milik Rayaman Simarmata (52), warga Puri Mujur, Desa Mujur, Kecamatan Kroya. Salah seorang pedagang, Sugeng, yang baru pulang dari pasar melihat kepulan asap. Dia segera melaporkan kejadian itu ke Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Kroya.
Saksi lainnya, yakni Nofri Kristina Nainggolan (25) mengaku melihat asap sudah mengepul dari lapak tersebut. Dia pun berteriak histeris dan meminta tolong agar warga bisa menghentikan kebakaran di Pasar Karangmangu Kecamatan Kroya, Cilacap.
Petugas Damkar Cilacap yang menerima laporan segera meluncur ke lokasi kebakaran di Pasar Karangmangu. Dalam waktu singkat, petugas sudah mencapai lokasi dengan membawa peralatan lengkap. Petugas Damkar Cialcap dengan cepat memadamkan api yang berkobar di Pasar Karangmangu.
Hasil penelusuran petugas mendapati kalau penyebab kebakaran di pasar tersebut karena arus pendek dari dalam lapak. Pemilik lapak maupun pedagang lainnya terhindar dari kejadian. Petugas memastikan tidak ada korban jiwa, ataupun korban luka.
“Tidak ada korban jiwa, hanya kerugian material. Kurang lebih mencapai sekitar Rp 6 juta,” ujar Kasi Penyelamatan dan Pemadaman Satpol PP Cilacap, Supriyadi.
Kebakaran di pasar tradisional di Cilacap tersebut, bukan yang pertama kali. Sebelumnya, Pasar Gandrungmangu juga mengalami kejadian serupa. Tepatnya pada akhir Novermber 2024. Penyebab kebakaran di Pasar Gandrunmangu Kecamatan Gandrungmangu, Cilacap, sama persis dengan kejadian serupa di Pasar Karangmangu. Yakni karena arus pendek.
Yang lebih besar lagi, tentu kebakaran di Pasar Kroya, Cilacap. Seluruh bangunan kios, los dan lapak di sana musnah terbakar. (*)
