Keluhan Konsumen tentang Kualitas Pertamax, Pemilik Bengkel Sebut Bensin BPJS

ilustrasi

JAKARTA – Dalam setahun terakhir, konsumen mengeluhkan buruknya kualitas Pertamax yang punya RON 92. Rata-rata mengeluhkan kerusakan pada mesin usai menggunakan di kendaraan mereka.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Harli Siregar mengatakan memang ada keluhan masyakara akan kualitas Pertamax di berbagai daerah. Hingga Kejaksaan Agung lalu bertindak usai viral peristiwa di Papua dan Palembang.

Buntuntnya, penyidik Kejaksaan Agung menetapkan 7 tersangka dalam kasus korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang. Mereka merupakan Direktur PT Pertamina Patra Niaga dan pihak swasta yang berhubungan dengan anak perusahaan Pertamina.

Terkait kualitas Pertamax, Lung Lung, pemilik dokter bengkel menyebutnya dengan istilah “bensin BPJS”. Dia mengakui, masih ada celah di sisi kualitas Pertamax meski sudah beroktan 92.

“Kualitas filtrasi (penyaringan), kurang bersih. Coba beli bensin BPJS dan bensin Shell. Celupin jari, berasa banget. Yang satu berminyak banget, yang satu berasa bensin,” kata Lung Lung di kanal youtube Denkus Chanel.

Menurutnya, kualitas bensin terbentuk karena proses filtrasi atau penyaringan yang panjang. Jika fase ini berkurang, maka kandungan campuran lain akan lebih banyak. Tapi akan membuat ongkos produksi lebih tinggi lagi.

“Manufakturer membuat filtrasi lebih panjang, otomatis ongkosnya lebih tinggi,” katanya.

Lung Lung menambahkan, tingginya kadar minyak di “bensin BPJS” ini yang membuat komponen injektor akan mudah kotor. Hal ini kadang membuat pasokan bensin terlambat dan mesin bisa mengalami masalah.

Namun dia tidak terlalu setuju dengan isu RON tinggi, baik RON 90 ataupun 92. Karena di luar negeri, RON 88 sudah cukup untuk kendaraan harian. Demikian juga dengan RON 90.

“RON 95 udah bisa mobil kenceng. Lihat di Taiwan atau Jepang. Kalau racing beneran memang RON 100. Tapi bensinnya bersih,” katanya. (*)

“RON 92 sebenarnya sudah cukup. Kalau RON tinggi, mesin mudah panas. Coba aja di motor,” tegasnya. (*)

Exit mobile version