News  

KPK Cecar Empat Pegawai Antam Terkait Dugaan Korupsi Pengolahan Anoda Logam

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) cecar empat pegawai Antam untuk mendalami alur peristiwa dugaan korupsi kerja sama pengolahan anoda logam antara PT Aneka Tambang (Antam) Tbk dan PT Loco Montrado.(doc)

JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) cecar empat pegawai Antam untuk mendalami alur peristiwa dugaan korupsi kerja sama pengolahan anoda logam antara PT Aneka Tambang (Antam) Tbk dan PT Loco Montrado.

Keempat pegawai yang diperiksa hari ini adalah: Abisetyo, Financial Reporting and Costing Manager di Kantor Pusat PT Antam. Ade Prasetyo menjabat sebagai Quality Internal Audit and Development Program Specialist di Internal Audit PT Antam. Adrian Pratama adalah mantan Quality Management Assurance Assistant Manager UBPP Logam Mulia PT Antam. Agung Kusumawardhana memegang posisi Project Management Office Engineer sekaligus Silver Refinery Assistant Manager UBPP Logam Mulia PT Antam. Pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya KPK untuk cecar empat pegawai Antam agar alur dugaan korupsi terungkap.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan penyidik mendalami kronologi kerja sama pengolahan anoda logam antara PT Antam dan PT Loco Montrado. “Cecar empat pegawai Antam ini bertujuan untuk mengumpulkan keterangan terkait alur kerja sama,” ujar Budi melalui keterangan tertulis, Senin (13/10/2025).

Pemeriksaan berlangsung di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, dan seluruh saksi hadir. “Semua saksi hadir untuk memberikan keterangan. Ini termasuk langkah cecar empat pegawai Antam,” ucap Budi.

Penyidikan dan Penetapan Tersangka Korporasi

Sebelumnya, KPK menetapkan Siman Bahar, Direktur Utama PT Loco Montrado, sebagai tersangka. Namun, karena kondisi kesehatan menurun, KPK berencana menjadikan PT Loco Montrado sebagai tersangka korporasi. Langkah ini terkait strategi cecar empat pegawai Antam untuk menelusuri aliran aset dan tanggung jawab korporasi.

Dalam proses penyidikan, KPK telah menyita uang tunai senilai Rp100,7 miliar dari Siman Bahar. Uang tersebut diduga berasal dari tindak pidana korupsi kerja sama pengolahan anoda logam antara PT Antam dan PT Loco Montrado pada 2017. “Cecar empat pegawai Antam juga bertujuan memastikan aliran dana dan keterlibatan internal perusahaan,” jelas Budi.

Konstruksi perkara menunjukkan PT Antam bekerja sama dengan PT Loco Montrado dalam pengolahan anoda logam, namun muncul dugaan penggelembungan nilai kontrak, manipulasi harga, dan ketidaksesuaian volume produksi. KPK berfokus pada langkah cecar empat pegawai Antam agar fakta-fakta tersebut terungkap.

Dalam kasus ini, KPK telah memproses mantan General Manager Unit Bisnis Pemurnian dan Pengolahan Logam Mulia PT Antam, Dody Martimbang, yang divonis 6 tahun 6 bulan penjara karena merugikan negara sekitar Rp100,7 miliar. Penyidikan berikutnya juga melibatkan cecar empat pegawai Antam untuk menelusuri peran lainnya.

Siman Bahar sempat gugur sebagai tersangka setelah menang praperadilan, namun KPK kembali menetapkannya setelah melanjutkan penyidikan. KPK juga mencegah Siman bepergian ke luar negeri sejak 23 Mei 2023, bagian dari strategi cecar empat pegawai Antam agar tersangka tetap kooperatif selama penyidikan. (*)

Exit mobile version