News  

Main Judol, Dinas Pastikan Bansos Hilang

ilustrasi

CILACAP – Keluarga penerima manfaat atau penerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah dan terindikasi terlibat judi online (judol), sudah pasti akan tercoret dan hilang. Nama mereka tidak akan ada lagi dalam daftar penerima manfaat.

Secara spesisik, pemerintah melalui kementerian terkait akan mengirimkan data penerima yang harus dicoret. Data tersebut dikirim ke Dinas Sosial di semua kabupaten.

“Ini sudah dari September kemarin. Jadi kita terima data yang sudah terprint,” ujar Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DINSOSPPPA) Kabupaten Cilacap, dr Moch Ichlas Riyanto.

Dia menyebut, pemerintah pusat sudah memiliki sistim tersendiri untuk mencoret penerima manfaat bansos namun terindikasi terlibat judol. Hingga pemerintah provinsi ataupun kabupaten kota, tinggal menjalankannya saja. Termasuk memberikan informasi kepada warga atau penerima manfaat yang tercoret.

Ichlas menambahkan, data penerima bansos yang hilang karena terlibat judol, sudah melalui proses verikasi oleh pemerintah pusat. Termasuk verikasi data dan pengkategorian para penerima yang terbagi dalam 5 kategori.

“Ada yang memang sudah masuk kelompok mampu, kelompok ini, hal itu seperti itu mungkin karena memang acuannya kan memang desil,” terangnya.

Dia berharap agar masyarakat penerima bansos tidak menggunakannya untuk aktifitas judol agar tidak hilang. Bantuan ini seharusnya untuk memenuhi kebutuhan primer. Seperti membeli sembako, pendidikan anak dan sejenisnya.

“Bansos ini kan untuk pemenuhan kebutuhan primer dan bukan untuk judol. Kita minta warga bisa memaksimalkannya untuk pemenuhan kebutuhan primer,” tegasnya. (*)

Exit mobile version