JAKARTA – Mantan penyidik KPK, Yudi Purnomo menyakini kalau Harun Masiku masih ada di Indonesia. Keyakinan ini dia ungkapkan dalam podcast Dedi Corbuzier yang tayang pada Senin (13/1/2025).
Harun Masiku buron sejak KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Ketua KPU, Wahyu Setiawan dan Agustiani Tio Fridelina. Setelah itu, petugas tidak pernah menyentuhnya lagi hingga saat ini.
Namun demikian, Harun Masiku tidak berada di luar negeri. Meskipun KPK pernah menyebut ada di beberapa negara ASEAN, seperti Filipina dan lainnya.
Yudi dalam podcast itu mengaku sangat yakin kalau Harun Masiku masih ada di Indonesia.
“Berdasarkan pengalaman saya, koruptor itu kalau kaya Harun Masiku, tidak akan bertahan hidup di luar negeri. Luar negeri tidak seperti Indonesia,” katanya.
Dia mengaku tidak mengetahui secara pasti lokasi persembunyian Harun Masiku. Hanya saja, Harun Masiku memang sengaja disembunyikan oleh kelompok tertentu. Karena tidak mungkin dia mampu memenuhi kebutuhan untuk kabur dengan aman tanpa diketahui penyidik.
“Lari sampai 5 tahun, duit dari mana? Dan koruptor, kalo dia kabur tidak mungkin ngumpet di terminal. Dan jika tertangkap pasti ngumpet di penthouse, apartemen mewah atau perumahan elit,” katanya lagi.
“Pengalaman saya tangkap buronan koruptor, yang kabur biasanya konglomerat. Yang punya biaya untuk membiayi diri mereka,” kata dia.
Rentang waktu lima tahun, katanya makin mempersulit proses penangkapan Harun Masiku. Karena penyidik secara psikologis bisa mengejar koruptor dalam rentang waktu 1 sampai 1,5 pertama.
“Setelah itu susah ditangkap,” katanya.
Selain masih ada di Indonesia, Yudi juga yakin kalau Harun Masiku masih hidup. Karena Harun pada dasarnya merupakan pelaku, bukan saksi yang kadang kala justru menjadi korban.
“Dia masih hidup,” tegasnya. (*)
