News  

Member WPONE Tuntut Mentor dan Leader Kembalikan Dana

Tangkapan layar pesan di WAG berisi pengumuman dari admin WPONE dan memastikan akun sudah tidak berfungsi. Member kini menuntut agar leader dan mentor WPONE agar bisa kembalikan dana mereka. (bercahayanews.com)

CILACAP – Member aplikasi WPONE tuntut agar para mentor dan ledaer agar bisa kembalikan dana mereka. Dengan cara ini, aset member yang masih ada di akun bisa terselamatkan. Terutama member dengan saldo mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah.

Ratusan warga di Kabupaten Cilacap, gagal untuk tarik dana mereka di aplikasi WPONE. Mereka kini mulai merasa resah setelah ada kabar aplikasi ini tutup total.

Aplikasi ini, masih bisa diakses oleh tiap member. Namun demikian, mereka tidak bisa melakukan segala bentuk transaksi. Mulai dari top up sampai dengan menarik saldo. Akibatnya, member kian panik dan takut kehilangan dana mereka.

Dan mayoritas member WPONE, menggunakan uang hasil meminjam dari bank. Hingga mereka mengalami kerugian 2 kali. Pertama adalah kehilangan dana di akun karena sudah tidak bisa ditarik. Kedua, mereka harus mengembalikan pinjaman ke bank.

“Penginnya uang bisa kembali,” ujar Euis Sukesih.

Dia mengakui ikut menjadi member WPONE setelah ada ajakan dari mentor. Semula dia sempat ragu meski akhirnya ikut setelah ada iming-iming bonus sebesar 2 persen tiap hari. Apalagi, banyak tetangga atau teman yang sudah mulai menikmati bonus yang mereka nikmati tiap 40 hari.

Cucun juga mengatakan hal serupa. Menurutnya, sangat wajar jika member menuntut mentor WPONE untuk bertanggung jawab. Termasuk mengembalikan dana para member.

“Wajar kalau sekarang member nuntut mentor WPONE biar dana bisa kembali,” kata dia.

Akun member WPONE sampai dengan Rabu (19/3/2025) masih bisa diakses. Namun pemilik akun sudah tidak bisa melakukan segala bentuk transaksi. Mulai dari top up sampai dengan tarik dana.

Hal ini membuat mereka panik. Terlebih ada pesan berartai melalui WAG yang meminta member untuk segera menarik dana. Jika tidak bisa, maka member diminta untuk mengikhlaskannya. (*)

Exit mobile version