News  

Menangis, Anak Korban Ledakan Amunisi Bantah Mungut Besi Sisa

Anak Rustiawan, salah satu korban ledakan amunisi di Garut saat berbicara kepada Dedi Mulyadi. Anak korban ledakan amunisi ini membantah bapaknya menjadi korban karena tengah mulung besi bekas. (doc/youtube dedi mulyadi)

GARUT – Anak dari Rustiawan, salah satu korban ledakan amunisi di Garut membantah keras kalau keberadaan almarhum untuk memungut besi sisa amunisi. Justru keberadaan Rustiawan di sana untuk membantu aparat TNI membongkar dan memindahkan amunisi afkir sebelum dimusnahkan.

Ledakan amunisi di Kabupaten Garut memakan 13 orang korban yang terdiri dari 4 anggota TNI dan 9 warga sipil. Mereka sudah berada di RSUD Pamengpeuk, pasca tragedi tersebut pada Senin (12/5/2025). Salah satu korban dari warga sipil adalah Rustiawan.

Pasca kejadian beredar kabar kalau warga sipil berhamburan ke lokasi untuk mengambil barang bekas. Bahkan ada yang mengatakan, mereka segera berhamburan untuk berebut besi rongsok dan tidak mengindahkan larangan petugas.

Anak korban ledakan amunisi itu membantah keras informasi yang beredar luas. Dia menyebut bapaknya tengah bekerja untuk membantu aparat pemusnahan amunisi afkir. Di sana juga ada warga sipil lainnya.

“Bapak saya di situ tidak seperti yagn orang-orang pikirkan. Bapak saya di situ tidak mulung, tapi bekerja sama tentara,” katanya saat bertemu Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi di Garut.

“Saya tahu persis sejak saya masih sekolah,” kata anak korban ledakan amunisi ini sambil terus menangis.

Dia mengatakan, bapaknya pernah beberapa kali terlibat dalam pemusnahan amunisi. Hingga bapaknya pernah berangkat ke Makasar dan Bali. Bahkan pernah dibawa ke Mabes Polri untuk keperluan serupa.

“Sudah lama dan sudah kemana-mana. Pernah ke Makasar, Bali dan Mabes,” katanya.

Karena itu dia meminta agar pihak berwenang mau bertanggung jawab penuh atas kejadian ini. Apalagi, Rustiawan dan warga sipil lainnya merupakan tulang punggung keluarga masing-masing. Mereka juga masih memiliki anak dan istri.

“Saya minta pertanggung jawaban penuh karena bapak saya di situ lagi bekerja,” katanya.

Dedi Mulyadi menjanjikan akan memberikan santunan senilai Rp 50 juta bagi seluruh keluarga korban ledakan amunisi di Garut. Dia juga akan mengurus istri dan anak korban ledakan amunisi di Garut. (*)

Exit mobile version