News  

Mengenal Pendakian Puncak Cartenz yang Sempat Tutup 5 Tahun

Puncak tertinggi di Indonesia yakni Cartenz yang jadi bagian dari Pegunungan Jayawiaya yang membentang di tengah-tengah Papua. (doc/instagram)

JAKARTA – Pendakian menuju Puncak Cartenz, menjadi tantangan tertinggi bagi pendaki profesional di tanah air. Ketinggian yang mencapai 4.884 meter di atas permukaan laut (mpdl), menjadikannya magnet kuat sekaligus sumber tantangan terbesar.

Pendaki kerap berhadapan dengan cuaca tidak menentu, suhu super dingin, angin kencang dan rute pendakian puncak Cartenz yang menantang. Dan jika sampai puncak, pendaki mendapatkan bonus berupa pemandangan dan keberadaan salju abadi.

Ternyata, pendakian ke Puncak Cartenz ini sempat tutup selama kurang lebih 5 tahun. Pendakian baru buka kembali antara 23 Februari hingga akhir Maret 2025. PT Tropis Cartenz Jaya menjadi agen operator pendakian lokal dan bermarkas di Mimika. Puncak ini masuk wilayah Kabupaten Mimika, Propinsi Papua Tengah.

Akun instagram @tropik_adventure membagikan pengumuman tersebut. Operator pendakian Puncak Cartenz memberikan kesempatan bagi warga lokal yang orang asli Papua (OAP), untuk belajar menjadi guide profesional.

Tiap rute pendakian, tentu ada basecamp. Ini menjadi titik awal para pendaki dan operator berkumpul sebelum naik ke puncak. Tempat ini sekaligus menjadi lokasi penyimpanan logistik, sumber bala bantuan dan lainnya. Selepas dari basecamp, pendaki akan mulai bergerak menuju puncak sesuai jadwal operator pendakian.

Tercatat, lebih dari 6 orang pemuda OAP, khususnya dari Suku Amungme sebagai pemilik hak ulayat di wilayah pegunungan Mimika tersebut, yang diorbitkan dalam program pembinaan ini.

Dan pembukaan pendakian tahun ini, menyisakan duka mendalam bagi semua orang. 2 pendaki senior yakni Lilie Wijayanti Poegiono (60) dan Elsa Laksono (60). Keduanya menghembuskan nafas terakhir, saat dalam perjalan kembali dari Puncak Cartenz.

Mereka terhadang cuaca buruk akibat turunnya salju, hujan deras dan angin kencang. Keduanya bersama 3 pendaki lain mengalami hipotermia. Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono meninggal dunia di teras 2 pada saat perjalanan turun dari Puncak Cartenz. Sementara itu, 3 pendaki yang selamat adalah Indira Alaika, Alvin Reggy Perdana, dan Saroni. (*)

Exit mobile version