News  

Mengerikan, Rumah Warga Retak Akibat Tanah Bergerak di Majenang

Petugas gabungan memeriksa dinding rumah warga Desa Bener Kecamatan Majenang, Cilacap yang retak akibat bencana tanah bergerak. Tercatat ada 10 rumah warga rusak, mushola, jalan dan jembatan yang terdampak. (doc/bpbd)

CILACAP – 10 rumah warga di Desa Bener Kecamatan Majenang, Cilacap retak akibat bencana tanah bergerak. Peristiwa ini mengakibatkan 10 rumah warga retak di bagian dinding. Lalu ada jalan jembatan dan fasilitas umum lainnya yang mengalami kerusakan. BPBD Cilacap memastikan tanah bergerak ini tidak mengakibatkan korban jiwa.

Informasi awal menyebutkan, bencana ini muncul secara perlahan. Tepatnya sejak hujan deras terjadi sepanjang Maret 2025. Hingga pada 31 Maret lalu, muncul rekahan akibat tanah bergerak dan membawa akibat dinding rumah warga retak.

Kabid Kedaruratan dan Logistik, Budy Setyawan mengatakan, gerakan tanah yang terjadi menyebabkan retakan dengan panjang mencapai 200 meter. Sementara kedalamnya antara 20 hingga 50 cm.

“Saat itu sempat hujan deras selama enam jam hingga terjadi tanah bergerak sepanjan 200 meter,” katanya.

“Dinding rumah warga retak, jalan, jembatan serta ada mushola terdampak akibat tanah bergerak,” katanya lagi.

Dia menyebut, kerusakan rumah dan fasilitas umum tersebar di 3 wilayah. Tepatnya di Dusun Dawuhan (RT 1 RW 6), Kutangsa (RT 2 RW 5), dan Cilumajang (RT 1 dan 2 RW 4).

Petugas gabungan dari BPBD Cilacap, pemerintah desa, serta Forkopimcam Majenang telah melakukan pendataan kerusakan. Langkah-langkah penanganan sementara juga telah dilakukan, termasuk menutup retakan tanah di area perkebunan. Petugas juga meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaan.

Saat ini, pemerintah daerah tengah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut. Salah satu kebutuhan mendesak adalah kajian dari tim ahli geologi guna menilai potensi risiko lanjutan dan menentukan langkah mitigasi terbaik.

Peristiwa tanah bergerak, sudah sering terjadi di Kecamatan Majenang, Cilacap. Demikian juga dengan daerah sekitarnya. Salah satu faktor karena kontur wilayah yang didominasi pegunungan dan perbukitan.

“Hujan deras yang berlangsung lama, kontur tanah yang labil, serta keberadaan kolam-kolam ikan di lahan basah turut memperparah kondisi. Daerah ini secara geografis memang berada di dataran tinggi yang rawan longsor,” jelasnya. (*)

Exit mobile version