News  

Nekad Racik dan Jual Petasan Karena Untung Besar

Bahan dan bubuk mesiu petasan hasil rakitan 2 pelaku di Cilacap. Keduanya tergiur jual petasan karena bisa untung besar. (narisakti/bercahayanews.com)

CILACAP – Motif TR dan WT jual petasan selama puasa, ternyata karena tergiur oleh keuntungan yang sangat besar. Dengan modal Rp 5 juta, mereka bisa meraup Rp 10 juta lebih.

TR dan WT, warga Kecamatan Kedungerja, Cilacap tertangkap petugas pada 18 Maret 2024 di rumah masing-masing. Di rumah TR petugas mengamankan 49,5 kg bubuk petasan (mercon), alat alat peracikan, bahan baku pembuatan bubuk petasan. Sementara di rumah WR ada 18 bungkus plastik bubuk petasan dengan total berat 9 kg. Lalu ada 330 buah selongsong petasan berbagai ukuran.

Kapolresta Cilacap, Kombes Pol Ruruh Wicaksono, SIK SH MH mengatakan, pelaku ini membuat dan jual petasan secara online karena akan untung besar.

“Dengan modal Rp 5 juta, bisa dapat keuntungan dua kali lipat,” ujarnya.

Dia mengatakan, uang Rp 5 juta ini untuk membeli bahan pembuat bubuk petasan. Seperti alumunium powder, potasium dan belerang. Bahan ini oleh TR lalu diracik dengan perbandingan 1:2:3. Ini berkat kemampuan yang dia dapat dari belajar melalui internet.

Hasilnya, mereka mampu membuat 58,5 kg bubuk atau mesiu untuk petasan. Jumlah ini cukup untuk ratusan selongsong yang akan mereka isi. Dan petasan ini mereka jual secara online dengan harga Rp 200 ribu per buah.

Kemampuan TR memang sudah terasah sejak 2 tahun lalu. Dia sudah terbiasa membuat petasan meski tidak pernah dia jual. Petasan ini hanya dia pakai untuk kepentingan sendiri. Baru pada 2024 ini dia membuat dan jual petasan karena tergiur keuntungan besar.

“TR ini mulai akhir 2023 sudah mulai memasan bahan-bahan petasan secara online,” kata dia.

Menurutnya, masyarakat berangapan kalau petasan sudah menjadi tradisi saat puasa dan lebaran. Hingga selalu ada peningkatan permintaan petasan saat puasa dan lebaran.

“Kalau jual di luar puasa mungkin nda ada permintaan,” tegas Kapolresta. (*)