CILACAP – Dwi Ferdiansyah (25), menjadi korban keganasan akibat aksi geng motor di Desa Jenang, Kecamatan Majenang, Cilacap pada Jumat (30/5/2025) dini hari. Dia mengalami luka di kepala akibat terkena sabetan senjata tajam. Kasus ini sekarang dalam penanganan petugas.
Perilaku dan tindak kekerasan oleh geng motor, terjadi di Cilacap pada Jumat (30/5/2025) dini hari dengan serang sejumlah orang yang ada di warung rokok dan lukai 1 orang. Rombongan geng motor ini menyerbu dan lukai warga dengan membawa senjata tajam.
Informasi awal menyebutkan, geng motor ini menyerang hingga lukai warga. Selain itu, mereka juga sempat merusak 2 motor warga setempat dan menyerbu ke sebuah warung kopi yang ada di Jalan dr Soetomo, Majenang.
Ayah korban, Hidayat menceritakan, anaknya baru saja selesai membantu berjualan di warung tenda di alun-alun Majenang.
“Baru pulang bantu istri saya dorong gerobag,” katanya.
Saat hendak mengantar salah satu temannya, Dwi melihat rombongan geng motor konvoy di jalan Dr Soetomo. Dia melihat rombongan ini yang membawa senjata tajam.
“Motor anak saya di pukul dengan pedang dan celurit sampai rusak. Setelah mereka pergi, anak saya ngejar sampai Pahonjean,” kata dia.
Di sana, geng motor melakukan aksi dengan menyabetkan pedang. Korban terkena di bagian kepala dan mengalami luka. Sementara motornya oleng dan menabrak salah satu anggota geng motor hingga terjadi kecelakaan lalu lintas.
Menurutnya, aksi geng motor ini sudah melampaui batas kewajaran. Dia menyerahkan sepenuhnya kasus ini ke aparat kepolisian.
“Kami serahkan ke polisi. Polisi juga sudah menghubungi saya,” ujarnya.
Saksi lainnya menyebut, aksi geng motor membuat pengunjung warung kopi kocar kacir. Mereka masuk ke dalam warung tersebut karena takut. Salah satu kawanan geng motor sempat berusaha masuk ke dalam warung sambil meyabetkan sajam ke atas tumpukan kardus.
“Anak-anak masuk ke warung karena takut sama aksi geng motor yang bawa sajam,” ujar Dadan, salah satu warga setempat. (*)
