Operasi Katarak Gratis dari PMI Cilacap. Peringatan Hari Jadi

Salah satu warga usai menjalani operasi katarak di RSUD Majenang, Sabtu (9/3/2024). PMI Cilacap gelar operasi katarak gratis dalam rangka memperingati Hari Jadi Cilacap ke 168. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – PMI Cilacap gelar operasi katarak gratis bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Cilacap ke 168, Sabtu (9/3/2024). Ada 100 warga yang berkesempatan mendapatkan bantuan biaya untuk operasi katarak tersebut. 50 orang menjalani operasi di RSUD Cilacap. Sisanya di RSUD Majenang.

Ketua PMI Cilacap, Farid Ma’ruf menjelaskan, sebenarnya pendaftar lebih dari 100 orang. Namun pendaftar harus menjalani screening terlebih dahulu untuk memastikan kelayakan dari sisi medis. Baru setelah itu mereka bisa menjalani operasi untuk mengembalikan penglihatan warga tersebut.

Dia menjelaskan, screening tersebut oleh petugas medis di Klinik PMI Cilacap. Baru setelah itu, petugas membawa peserta ke RSUD Cilacap guna menjalani operasi.

“Kemarin di Cilacap sudah kita gelar tanggal 2 (Maret 2024). Sebenarnya pendaftar ada 60 orang. Tapi setelah screening yangg bisa operasi hanya 44,” kata dia.

Farid mengatakan, operasi katarak gratis di RSUD Majenang dilakukan secara bertahap. Tahap pertama sudah dilakukan pada 2 Maret 2024. Lalu pada 9 Maret 2024. Tujuannya agar tidak mengganggu pelayanan medis di RSUD Majenang.

“Biar pelayanan tetap berjalan dan tidak mengganggu pelayanan medis,” kata dia.

Sementara warga yang menjalani operasi katarak gratis di RSUD Majenang, mayoritas berasal dari wilayah barat Cilacap. Seperti Kecamatan Majenang, Cimanggu, Wanareja, Cipari, Sidareja dan Karangpucung. Termasuk warga dari perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat, yakni dari Kecamatan Patimuan dan Dayeuhluhur.

Dia memastikan, operasi katarak gratis ini hasil kerja sama PMI dengan Pemkab Cilacap bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten ke 168. Pihaknya melibatkan 2 rumah sakit pemerintah yang ada di Cilacap dan Majenang.

“Kita ingin membantu warga. Obat, peralatan dan dokter dari rumah sakit. Biaya kita bantu dari PMI,” terangnya.

Direktur RSUD Majenang, dr Reza Muharama memastikan, peserta masih harus menjalani pemeriksaan ulang sampai kemudian operasi berhasil.

“Kita pantau terus perkembangan mereka selama 2 minggu,” tegasnya. (*)