News  

Pemadam Kebakaran Cilacap Tangani 118 Kejadian. Kerugian Mencapai Rp 3,6 Miliar

Petugas Pemadam Kebakaran Cilacap saat menangani kebakaran pabrik kayu. Selama 2023, sudah ada 118 kejadian kebakaran di Cilacap. (doc)

CILACAP – Sampai dengan Oktober 2023, petugas di UPT Pemadam Kebakaran Cilacap sudah tangani 118 kejadian. Dari seluruh data tersebut, mayoritas berupa kebakaran rumah sebanyak 70 kejadian. Sisanya berupa kebakaran lahan, tempat usaha dan kebakaran kendaraan.

UPT Pemadam Kebakaran Cilacap mengeluarkan data berdasarkan kejadian kebakaran yang mereka tangani sepanjang 2023. Data ini memperlihatkan tingginya kenaikan kejadian kebakaran dari 2020 hingga 2023.

Seperti kebakaran pemukiman. Pada 2020 ada 55 kejadian. Tahun berikutnya meningkat menjadi 59 kali. Dan di 2022 turun ke angka semula yakni 55. Tapi sampai dengan Oktober 2023, petugas UPT Pemadam Kebakaran Cilacap 70 kejadian.

Demikian juga dengan kebakaran lahan yang meningkat tiap tahun. Tahun ini petugas sudah memadamkan api di berbagai lokasi dengan jumlah kejadian mencapai 25 kali. Angkan ini naik drastis dalam 3 tahun terakhir. Karena kebakaran lahan tertinggi terjadi pada 2021 dengan 4 kejadian.

Melihat penyebabnya terbagi dalam 4 faktor. Yakni arus pendek dengan 50 kasus, tungku atau gas sebanyak 26. Demikian juga dengan kebakaran karena faktor korek api yang mencapai 26 kejadian. Sisanya karena human error sebanyak 16 kejadian.

Petugas juga mendata, total kerugian dari 118 kejadian ini sangat besar. Yakni mencapai Rp 3,6 Miliar dengan menghitung kerusakan pada bangunan rumah, tempat usaha dan lainnya.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Cilacap, Supriyadi memastikan, tidak ada korban jiwa dari berbagai kejadian tersebut. Namun ada 69 orang yang mengalami luka.

“Total bangunan rusak ada 96,” tegasnya. (*)