News  

Pembangunan Huntara Aceh Harus Rampung Sebelum Ramadan

Proses pembangunan huntara di Aceh saat awal 2026. Kementerian PU menargetkan pembangunan huntara di Aceh rampung sebelum puasa Ramadan. (doc/setneg)

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum melakukan percepatan pembangunan huntara Aceh untuk korban banjir longsor November 2025. Pembanguna huntara ini harus rampung sebelum memasuki bulan suci Ramadan 2026.

Menteri PU, Dody Hanggodo menyampaikan perintah ini agar korban longsor di Aceh tidak terlalu lama berada di tempat pengungsian. Hingga para pengungsi Aceh bisa lebih nyaman saat menjalankan ibadah puasa karena sudah menempati huntara.

“Ini menjadi prioritas utama Kementerian Pekerjaan Umum,” katanya.

“Kami terus beruoaya pengerjaan secepat mungkin. Target kami nol warga di tenda saat Ramadan tiba, sehingga masyarakat bisa beribadah dengan lebih tenang dan maksimal,” terang Dody.

Kementerian PU saat ini tengah membangun huntara di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang. Proyek tersebut telah mencapai progres fisik 98,75 persen atau tinggal dan memasuki tahap akhir. Setelah selesai semua, maka akan diserahterimakan kepada para korban.

Untuk memenuhi target ini, Kementerian PU menerapkan teknologi Modular Lite (MOLI). Metode ini memungkinkan pembangunan tanpa menggunakan alat berat hingga efektif di wilayah bencana.

Proyek huntara Aceh di Aceh Tamiang berdiri di atas lahan seluas 5.427 meter persegi. Pemerintah membangun 114 unit huntara bagi 84 kepala keluarga atau sekitar 336 jiwa. Selain hunian, pemerintah juga melengkapi kawasan tersebut dengan 42 unit MCK, musala, area komunal multifungsi, dan area penjemuran.

Kementerian PU juga menyiapkan infrastruktur dasar berupa pasokan listrik dari PLN, sumur bor, serta sistem pengolahan limbah biotek untuk mendukung kelayakan hunian sementara tersebut.

Dody memastikan, pembangunan huntara di Aceh sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah, juga menjaga kondisi psikologi para pengungsi.

“Ini mandat dari Bapak Presiden. Kami memberikan dukungan penuh agar kondisi pascabencana tidak menghalangi kekhusyukan warga, khususnya di Aceh, dalam menjalankan ibadah,” tegasnya. (*)

Exit mobile version