Pemkab Siapkan Relokasi Grumbul Cirangkong, Lokasi Tanah Longsor yang Bendung Sungai

Pintu masuk menuju Dusun Cirangkong Desa Bener. Pemkab Cilacap siapkan rencana untuk warga Dusun Cirangkong, termasuk relokasi jika lokasi tidak layak huni. (bercahayanews.com)

CILACAP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap, siapkan kajian untuk lokasi tanah longsor yang sampai membendung Sungai Cilopadang. Kajian ini akan menjadi dasar untuk relokasi Grumbul Cirangkong Desa Bener Kecamatan Majenang. Pemkab akan melibatkan Tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Tanah longsor dan membendung Sungai Cilopadang terjadi pada Selasa (11/11/2025), sekitar pukul 18.30. Material tanah ini membendung aliran sungai dengan ketebalan kurang lebih 4 meter.

Akibat dari tanah longsor, ratusan warga harus mengungsi ke tempat aman karena rumah retak. Bahkan ada rumah yang sudah tidak layak huni akibat rusak parah. Mayoritas warga Grumbul Cirangkong mengungsi ke kantor Desa Bener.

Mendapati ini, Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman menegaskan akan melakukan kajian terhadap lokasi tanah longsor yang bendung Sungai Cilopadang. Hasil kajian ini akan menjadi dasar untuk melakukan relokasi warga Grumbul Cirangkong

“Jadi nanti kita tindak lanjutnya akan melibatkan ahli geologi untuk mengkaji dusun tersebut. Apakah memang layak di tempatnya atau tidak,” kata Syamsul.

“Kalau memang tidak layak dan terus kemudian penduduknya banyak, kita akan melakukan mitigasi selanjutnya,” katanya lagi.

Jika ini terjadi, maka dusun yang menjadi lokasi longsor hingga timbun sungai harus bersiap untuk relokasi. Karena relokasi menjadi satu-satunya jalan untuk menghindarkan warga dari kejadian serupa di masa mendatang.

“Kita akan koordinasi dengan BNPB, termasuk untuk relokasi Grumbul Cirangkong nantinya,” katanya.

Dia berharap agar warga mau mengikuti arahan petugas di lapangan dan pemerintah desa. Jika memang kondisi belum memungkinkan, dia berharap warga tetap berada di tempat pengungsian. Terlebih cuaca saat ini sering terjadi hujan deras, terutama pada malam hari.

“Saya minta warga tetap nurut dengan arahan pak kades. Desa sudah siapkan tempat pengungsian dan juga dapur umum,” tegasnya. (*)

Exit mobile version