CILACAP – Sejumlah pemudik, mulai lintasi jalur selatan nasional yang menghubungkan Jakarta hingga Yogyakarta. Rutenya mulai Jakarta, Bandung, Garut, Tasikmalaya, Banjar Patoman dan masuk Jawa Tengah melalui Cilacap.
Jalur selatan nasional, masih menjadi pilihan pemudik yang akan pulang ke kampung halaman. Terutama bagi mereka yang hendak pulang ke daerah Garut Selatan, Tasikmalaya, Pangandaran di Jawa Barat. Atau bagi penduduk Cilacap, Kebumen dan sebagian Purworejo, kerap memilih rute non tol ini.
Jalur darat dari Bandung menuju selatan Jawa, memang belum banyak jalur tol. Hingga pemudik masih menggunakan rute lama, yang banyak melintasi pegunungan dengan pemandangan khas wilayah pedesaan. Rute ini menjadi tantangan tersendiri, karena banyak tanjakan dan kelokan tajam. Kondisi ini, sekaligus menambah tingkat kerawanan dan pengemudi harus ekstra hati-hati.
Selain itu, ada beberapa titik rawan macet terutama di Jawa Barat. Sesaat selepas Bandung, perjalan tergolong relatif aman. Namun memasuki Garut, titik rawan macet mulai muncul. Seperti tanjakan Nagreg atau di daerah Gentong.
Belum lagi dengan rawan bencana tanah longsor yang kerap terjadi di jalur selatan. Sebut saja longsor di sekitar perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat. Tepatnya di Kabupaten Cilacap. Titik ini sudah sering terjadi tanah longsor dan menutup jalur nasional selatan dan praktis membuat kendaraan berhenti total dan tidak bisa melanjutkan perjalanan.
Dan layaknya jalur mudik lainnya, petugas mendirikan pos mudik dan mulai beroperasi Senin (24/3/2025). Hingga pemudik akan mendapatkan pemantauan petugas di sepanjan jalur selatan nasional.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengajak pemudik untuk memilih Jalur non tol di utara dan selatan. Tujuannya jelas, untuk mengurangi potensi kemacetan di pintu tol yang ada sekarang.
Dia memastikan, saat ini jalur selatan nasional sudah siap untuk menyambut pemudik dari Jawa Barat yang akan pulang ke Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur.
“Kami pastikan jalan nasional di seluruh Indonesia siap digunakan para pemudik,” tegasnya. (*)
