Penangganan Stunting Harus Masuk dalam Musrenbang

ilustrasi

CILACAP – Penangganan masalah stunting mendapatkan porsi penting karena harus masuk pembahasan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan atau Musrenbang. Terutama musrenbang di tingkat desa. Ini sesuai dengan perintah Presiden terkait penggunaan Dana Desa yang harus mengakomodir 7 program.

Dari 7 program tersebut, penanganan stunting menjadi sangat penting dan harus masuk di usulan dan pembahasan musrenbang. Dalam penanganan ini, ada 3 target kegiatan yang harus mendapatkan porsi dana dari Dana Desa. Yakni pemberian obat penambah darah bagi remaja putri.

Lalu ada pemberian makanan tambahan bagi Bayi di bawah 2 tahun atau baduta. Makanan tambahan tersebut untuk mendukung tumbuh kembang anak sesuai dengan usia.

“Lalu ada penanganan bagi ibu hamil yang juga masuk dalam agenda stunting,” ujar Camat Majenang, Aji Pramono, Selasa (26/9/2023).

Menurutnya, 3 sasaran ini merupakan program penanganan stunting dan harus masuk dalam usulan di Musrenbang. Karena jika ketiganya berjalan lancar, maka kasus anak stunting bisa berkurang drastis. Karena pemerintah pusat menetapkan prosesntase anak stunting maksimal 14 persen dari jumlah penduduk.

“Kalau Cilacap lebih rendah dari 14 hingga Cilacap dianggap berhasil,” katanya.

Kasus anak stunting di Cilacap berdasarkan survey SSGI mencapai 17 persen dari jumlah balita yang mencapai 4494. Namun saat penimbangan serentak beberapa waktu lalu, jumlahnya ternyata jauh lebih sedikit. Dia mengklaim kasus anak stunting di Cilacap hanya 4 persen.

Selain program stunting, masalah narkoba juga harus masuk dalam musrenbang. Bentuk programnya bisa berupa sosialisasi bahaya dan ancaman penyalahgunaan narkoba bagi masyarakat. Atau kegiatan lainnya yang bertujuan menekan penyalah gunaan narkoba.

Lalu juga ada pendanaan bagi operasional desa. Dengan adanya anggaran ini, maka pemerintah bisa tetap memberikan pelayanan. Atau mendanai kegiatan perangkat desa lainnya yang mendukung peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat. (*)