JAKARTA – Timnas Indonesia U-22 gagal melaju ke semifinal SEA Games 2025 di Thailand meski meraih kemenangan 3-1 atas Myanmar U-22 pada laga terakhir Grup C. Hasil tersebut memastikan kegagalan Timnas dan memicu kekecewaan dari pengamat sepak bola nasional, Mohamad Kusnaeni.
Kusnaeni menilai skuad Garuda Muda memiliki kualitas yang cukup untuk lolos dari fase grup. Namun, ia menyoroti ketidakmampuan tim memaksimalkan peluang sebagai faktor utama kegagalan Timnas di ajang tersebut.
“Sangat disayangkan kita gagal memanfaatkan peluang untuk lolos ke semifinal. Padahal kualitas tim sebenarnya cukup bagus untuk melewati fase grup,” ujar Kusnaeni, Sabtu (13/12/2025).
Ia secara khusus menyoroti laga Indonesia melawan Myanmar yang berlangsung di 700th Anniversary Stadium, Chiang Mai, Jumat (12/12/2025) malam. Menurut Kusnaeni, Timnas Indonesia U-22 seharusnya mampu meraih kemenangan dengan selisih tiga gol.
“Kita seharusnya bisa mengalahkan Myanmar dengan tiga gol, kalau saja tidak kecolongan gol yang tidak perlu,” katanya.
Dari sisi permainan, Kusnaeni menilai Timnas Indonesia U-22 menampilkan variasi serangan yang minim, terutama pada babak pertama. Ia menilai tim terlalu mengandalkan bola panjang dan lemparan jauh Robi Darwis tanpa mengembangkan skema lain.
Kusnaeni menilai Timnas memiliki keunggulan postur pemain yang seharusnya mereka manfaatkan untuk menekan pertahanan lawan. Namun, ia melihat pasokan bola ke kotak penalti lawan sangat terbatas sepanjang pertandingan.
Ia juga menilai pelatih Indra Sjafrie belum mampu memaksimalkan serangan dari sisi sayap. Kondisi tersebut membuat para penyerang Timnas Indonesia U-22 kesulitan menciptakan peluang berbahaya.
Perubahan strategi pada babak kedua dinilai membawa dampak positif. Timnas tampil lebih agresif setelah pelatih memasukkan tambahan pemain menyerang sehingga alur permainan menjadi lebih hidup.
Meski demikian, Kusnaeni menyebut gol-gol yang tercipta datang terlalu terlambat, saat pemain lawan sudah mulai kelelahan. Ia menilai kegagalan Timnas mempertahankan gelar SEA Games sebagai hasil yang memprihatinkan.
“Dengan skuad sebagus ini dan persiapan yang cukup matang, hasilnya justru berhenti di fase grup,” ujar Kusnaeni. (*)
