CILACAP – Sebuah toko pakaian berukuran 30×20 meter di Jalan Diponegoro, Desa Sindangsari, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, ludes terbakar pada Selasa (14/10/2025) malam. Kebakaran terjadi sekitar pukul 21.00 WIB dan kuat dugaan akibat penyebab toko baju terbakar berupa konsleting listrik.
Peristiwa bermula saat dua karyawan toko, Putra (20) dan Fadrijal Hakim (23), sedang berada di depan toko milik Dodi Irwansyah (48). Salah satu karyawan masuk ke dalam dan melihat kepulan asap dan terlihat api yang telah membakar deretan pakaian di ruang tengah. Kobaran api terus membesar dan merambah ke seluruh bangunan toko.
Dari keterangan saksi mata, api berkobar sangat hebat terutama saat awal kejadian. Hingga mereka merasakan hawa panas dan tidak berani mendekat. Peristiwa ini sontak mengundang perhatian warga karena lokasi kebakaran berada di jalur Utama Majenang.
Warga sekitar segera melapor ke Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Majenang. Tak lama kemudian, petugas pemadam tiba di lokasi dengan dua armada dari Pos Majenang, satu armada dari Sidareja, serta satu unit mobil suplai air milik BPBD Cilacap.
Petugas berupaya memadamkan api selama dua jam hingga proses pendinginan selesai. Tidak ada laporan korban jiwa, namun seluruh bangunan toko beserta isinya hangus terbakar. Petugas lalu berupaya meminta keterangan untuk menggali kronologi dan penyebab toko baju tersebut ludes terbakar.
Kasi Penyelamatan dan Pemadaman Satpol PP Cilacap, Supriyadi memastikan tidak ada korban jiwa atas kejadian ini. Juga tidak ada korban luka ringan ataupun berat.
“Tidak ada korban atas kejadian ini,” katanya.
Penyebab toko baju ludes terbakar ini, sesuai dengan kecurigaan dari Darsono, salah satu kerabat pemilik toko tersebut. Sejak toko ini terbakar, Darsono curiga api berasal dari arus pendek.
“Dari lampu warna-warni yang kecil. Lampu ini kata anak-anak (karyawan) memang gampang panas,” katanya.
Pasca pemadaman, petugas Polsek Majenang langsung memasang garis polisi di depan toko tersebut. Aparat masih melakukan pendataan lanjutan terkait total kerugian akibat peristiwa tersebut. (*)
